Dewan Pers

Dark/Light Mode

Telur ``Emas``

Rabu, 31 Agustus 2022 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah hampir sebulan harga telur melambung tinggi. Di Jabodetabek, harganya mencapai Rp 32 ribu per kilogram. Di luar Jawa, lebih mahal lagi. Bahkan ada yang mencapai Rp 40 ribu.

Para ekonom menyebut, harga telur saat ini menjadi yang termahal sepanjang sejarah negeri ini. Emak-emak pun menjerit. Bahkan, ada celotehan yang menyebut, harga telur saat ini sudah semahal emas.

Berita Terkait : Kalender Rp 1 M

Pekan lalu, Presiden Jokowi dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sudah menjanjikan, harga telur itu akan turun dalam waktu dua minggu. Namun, sampai kemarin, belum ada tanda-tanda telur akan “jinak”.

Kita berharap, Pemerintah bisa benar-benar cepat mengatasi masalah ini. Tidak seperti saat harga minyak goreng melambung. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan hampir setengah tahun. Itu pun, sampai sekarang harga minyak goreng belum kembali normal.

Berita Terkait : Simalakama BBM

Stabilnya harga telur sangat penting bagi rakyat kecil. Sebab, telur merupakan salah satu sumber protein utama mereka, selain tahu dan tempe. Bagi mereka, telur sangat istimewa. Karena mereka sangat jarang mendapatkan ayam, apalagi daging. Makanya, saat harga telur melambung, pemenuhan gizi mereka akan berkurang. Hal ini akan berdampak besar di kemudian hari ini.

Tingginya harga telur juga mengganggu ekonomi rakyat kecil. Pedagang warteg dan kue rumahan pusing tujuh keliling. Mereka terus memutar otak agar tidak rugi, tapi juga tetap harus bisa melayani konsumen dengan baik.

Berita Terkait : KPK Vs Kakap

Kita berharap, semua keluh kesah rakyat kecil ini bisa ditangkap oleh Pemerintah. Untuk kemudian membuat langkah strategis dan cepat dalam meredam kenaikan harga telur ini. â–