Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jangan Ada Keretakan Di TNI

Jumat, 9 September 2022 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang pekan ini, masyarakat disuguhkan kabar yang membuat khawatir. Yaitu soal isu keretakan hubungan antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.

Isu ini sebenarnya sudah dibantah secara langsung, baik oleh Andika maupun oleh Dudung. Keduanya sudah memastikan, TNI solid. Dudung mengakui, memang ada perbedaan pendapat, tapi itu merupakan hal biasa. Tidak berpengaruh pada soliditas di internal TNI.

Berita Terkait : Ojo Dibandingke

Namun, masyarakat masih tetap waswas. Sebab, meski sudah memastikan tidak ada keretakan, Andika dan Dudung masih belum memperlihatkan ke publik secara langsung bentuk kekompakan mereka. Misalnya, dengan tampil bareng untuk mengklarifikasi hal tersebut. Atau bertemu untuk sekadar ngopi-ngopi bareng. Agar publik pun tenang.

Mengenai peristiwa ini, Guru Sufi Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad pernah memanjatkan doa, semoga tak akan timbul keretakan dalam lingkungan kita sekalian. Do'a ini harus selalu kita aminkan di setiap kesempatan. Suatu pengharapan dengan tingkat universalitas yang tinggi untuk kita, khusus keluarga di baris depan pertahanan NKRI.

Berita Terkait : Mewaspadai Aksi 'Perampokan' BLT

Maulana Al-Habib Syeikh Abdul Gaos memberi penerangan maksud terdalam do'a itu. "Jangankan timbul perpecahan, perselisihan, atau persengketaan, timbul keretakan saja sudah tidak boleh”. “Retak saja tidak boleh apalagi pecah!" demikian ia menegaskan.

Retak itu belum pecah, masih menyatu, tapi sudah ada penanda luka, potensi pecah. Wasiat guru-guru spiritual ini sangat menjangkau jauh, agar kita semua senantiasa menjaga kehidupan dalam persatuan yang seutuhnya, tiada keretakan sedikit pun. Bila pun ada keretakan, bisa segera diperbaiki. Lebih mudah diperbaiki sekarang dibanding bila sudah pecah dan hancur. ■