Dark/Light Mode
- Marc Klok Cs Pastikan Persib Siap Tempur Lawan Manila Digger
- Lautaro Martinez Tak Dijual, Barcelona Gigit Jari
- Guru Besar UGM: Penanganan Karhutla Jangan Hanya Hebat Saat Api Sudah Menyala
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Resesi dunia sudah di depan mata. Hingga minggu kedua Januari, sudah 47 negara masuk ruang perawatan iMF (Dana Moneter Internasional).
Penyebab utama ambruknya ekonomi negara miskin dan negara berkembang adalah perang Rusia Ukraina.
Baca juga : Ekonomi Rakyat Tidak Boleh Mati
Akibat perang ini, suplai pangan dan energi tersumbat. Negaranegara yang tak memiliki cadangan pangan dan energi dalam jumlah besar, satu per satu kolaps.
Beberapa negara yang baru mencoba bangkit setelah pandemi Covid me andai, kini terpuruk lagi akibat terkena dampak perang tersebut.
Baca juga : Super Hati-hati Di Tahun Sulit
Sampai saat ini belum ada tanda tanda kapan perang Rusia - Ukraina berakhir. semakin lama kedua negara itu berperang, ekonomi dunia akan semakin terpuruk. Keadaan bakal bertambah parah, apabila konflik China-Taiwan memanas.
Akibat memburuknya ekonomi global, angka pengangguran di negara-negara berkembang diramalkan naik 10 hingga 15 persen. Sedangkan di negara maju, sampai akhir tahun ini diperkirakan tak akan ada tambahan lapangan kerja baru.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.