Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Sikap Zainudin Amali adalah anomali. Tidak wajar. Di luar kebiasaan. “Normalnya”, politisi mengejar jabatan politik, dia malah meninggalkannya.
Zainudin melepas jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga dan lebih memilih jabatan Wakil Ketua Umum PSSI. Ibarat melepas jabatan lurah untuk menjadi wakil ketua RW.
Aneh? Pasti. Kalau dilihat dari kultur politik yang “normal”, sikap ini memang di luar kewajaran. Tidak umum.
Sesungguhnya, dari sisi “bagaimana memperlakukan jabatan”, itulah sikap dan prinsip yang benar. Zainudin Amali sudah menempatkan dan memperlakukan jabatan, termasuk enteri, bukanlah segala-galanya. Seperti kata Presiden Gus Dur menjelang kejatuhannya, “tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu di pertahankan mati-matian”.
Baca juga : Sama-sama “Wani Piro”
Bangsa ini memang sudah lama mendewa-dewakan jabatan. Calon wakil rakyat misalnya, setelah gagal terpilih, ada saja yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit jiwa.
Terkait jabatan, bangsa ini juga kurang mengenal budaya mundur. Slogan “maju tak gentar membela yang bayar” justru lebih popular. Ada juga dalih bahwa “mundur bukan budaya kita”.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.