Dark/Light Mode

Heboh Parpol, Jangan Lupa Rakyat

Selasa, 13 Agustus 2024 05:37 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Tidak ada berita yang mengejutkan sehari dua hari ini selain mundurnya Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar.

“Mendadak Mundur Dari Ketum Golkar, Ada Apa Dengan Airlangga,” begitu judul headline Rakyat Merdeka, Senin (11/8).

Pertanyaan itu bahkan masih dilontarkan sampai hari ini. Ada apa? Semua hanya bertanya-tanya. Ada pula yang berspekulasi dengan berbagai macam tafsiran.

Ketika Suharso Monoarfa dicopot sebagai ketua Umum PPP, September 2022 lalu, gaungnya tidak seheboh mundurnya Airlangga.

Yang agak menyamai kehebohan ini yakni ketika sengketa melanda Partai Demokrat antara kubu Moeldoko dengan kubu Agus Harimurti Yudhoyono. 

Baca juga : Juara Segala Olimpiade

Bagaimana dengan Golkar? Apakah akan terjadi goncangan? Apakah akan ada pertarungan seru antar kubu?

Kepastiannya akan mulai tergambar hari ini, Selasa (13/8) ketika Partai Golkar menggelar rapat pleno untuk menentukan pelaksana tugas (Plt) Ketum Golkar.

Ada 12 Wakil ketum Partai Golkar yang berpeluang menjadi Plt Ketum Golkar. Mereka adalah: Bambang Soesatyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Adies Kadir, Kahar Muzakir, Nurdin Halid, Melchias Markus Mekeng, Ahmad Doli Kurnia, Firman Soebagyo, Erwin Aksa, Hetifah Sjaifudian, Nurul Arifin dan Ridwan Kamil.

Seperti biasa, mencermati nama-nama ini, pertanyaan spekulatif yang muncul, “dia orang siapa?”.

Pertanyaan ini sangat biasa di tubuh Golkar, partai yang memiliki banyak “dewa” dengan rekam jejak politik yang panjang dan mumpuni. Karena itulah Golkar dikenal sangat kokoh dan mandiri.

Baca juga : Bukan “Menteri Coba-coba”

Entah sekarang. Mungkinkah akar-akar beringin akan keropos? Pohonnya yang kekar bisakah ditebang dengan mudah. Ataukah Beringin justru akan semakin kokoh, solid dan kuat.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa tadi malam, lobi-lobi untuk menentukan Plt mulai dilakukan. Karena, posisi Plt Ketum sangat strategis. Baik untuk Pilkada serentak November 2024, pemilihan ketua umum, maupun untuk langkah strategis Pemilu 2029.

Kita berharap, gonjang-ganjing di partai politik mana pun tidak akan menggangu agenda kerakyatan. Para elite politik jangan sampai terlena dan merasa asyik sendiri dengan isu-isu elitis sehingga melupakan persoalan rakyat.

Parpol harus bisa menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Bukan kepentingan segelintir orang.

Demokratisasi dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas juga menjadi isu penting yang perlu diperjuangkan oleh parpol.

Baca juga : Manusia Vs Kotak Kosong

Selain itu, pimpinan parpol, parpol mana pun, perlu menjadi teladan dan cermin integritas yang baik. 

Dengan demikian, kemandirian dan marwah parpol bisa terjaga serta amanat konstituen bisa diwujudkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.