Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Sehari setelah dilantik, Presiden Prabowo akan mengumumkan susunan kabinet. Tepatnya pada 21 Oktober. Dua hari kemudian, Rabu, 23 Oktober, akan dilakukan sidang pertama kabinet.
Informasi tersebut disampaikan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa lalu (6/8). Luhut mengaku mendapat “bocoran” tersebut dari Prabowo.
Terlihat bahwa Prabowo ingin bekerja cepat. Susunan kabinet pun sepertinya sudah final. Di antara nama-nama yang beredar, ada yang serius dan tampaknya akan jadi, ada pula yang tidak serius.
Sepuluh tahun lalu, Presiden Jokowi mengumumkan kabinetnya pada 26 Oktober 2014, atau enam hari setelah dilantik sebagai Presiden.
Baca juga : Manusia Vs Kotak Kosong
Sehari kemudian, 27 Oktober, anggota kabinet resmi dilantik. Sidang pertama digelar Senin, 29 Oktober 2014.
Belum genap setahun pemerintahannya, Jokowi sudah melakukan reshufflere kabinet. Lima menteri diganti, termasuk tiga Menko. Setelah reshuffle pertama ini, nama Luhut kian bersinar. Sampai sekarang.
Perombakan pertama ini berlangsung pada Rabu, 12 Oktober 2015. Dari sinilah “Rabu Pon” mulai popular sebagai hari istimewa dimana Presiden Jokowi diprediksi akan memutuskan dan mengumumkan kebijakan-kebijakan penting.
Belajar dari pengalaman ini, kita berharap, Presiden Prabowo bisa memilih anggota kabinet yang bisa langgeng dan awet. Artinya, pilihannya tepat sedari awal. Tidak sekadar bagi-bagi kursi.
Baca juga : Wajah Lain Diplomasi Indonesia
Salah satu kursi kabinet yang menarik ditunggu yakni Menteri Agama. Kabarnya, kubu Muhaimin Iskandar (PKB) akan sangat senang kalau mendapat kursi ini.
Kursi menteri agama menjadi sangat strategis karena menjadi isu penting dalam pergolakan antara PKB dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), saat ini.
Dua kubu tersebut saling mengincar. Salah satu titik strategis serta ujung dari perseteruan ini yakni siapa yang akan menjadi menteri agama. Di sinilah dinamika kepengurusan PKB dan PBNU bisa tergambar.
Selain itu, dinamika juga bisa terjadi di tubuh Partai Golkar. Partai beringin dijadwalkan akan menggelar Munas untuk memilih ketua umum pada Desember 2024. Ini juga menarik.
Baca juga : Tidak Hanya Berburu Rekomendasi
Kita sudah melewati beberapa kepresidenan dengan pendekatan dan gaya berbeda-beda dalam menyikapi dinamika kepengurusan parpol. Di sini, peran serta siapa yang akan menjadi Menteri Hukum dan HAM, sangat menentukan.
Menarik ditunggu, pendekatan dan gaya seperti apa yang akan diambil Presiden Prabowo dalam menyikapi dinamika parpol-parpol serta ormas-ormas.
Yang paling penting, tentu saja bagaimana menyikapi dinamika yang terjadi di masyarakat. Akan lebih baik kalau para menteri yang dipilih nantinya, berangkat dari problem yang berkembang di lapangan, baru dicari siapa menterinya yang cocok dan kapabel. Bukan sebaliknya, menteri yang “learning by doing”. Bukan menteri coba-coba.
Menarik ditunggu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.