Dark/Light Mode

Pilkada 2024 Pilpres 2029 

Kamis, 15 Agustus 2024 05:31 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Airlangga Hartarto mundur sebagai Ketum Partai Golkar, apakah peta pilkada 2024 akan berubah? Iya, bisa. Calon kepala daerah yang sudah diteken Airlangga, bisa saja diganti.

Ketua Umum Golkar yang baru, bisa mengevaluasi serta merevisi pencalonan tersebut. Beberapa petinggi Golkar sudah menyuarakan hal tersebut. Sampai pendaftaran Pilkada 27 Agustus, semuanya belum pasti. Rekomendasi bisa berubah.

Pekan lalu, Airlangga sudah mengeluarkan Surat Rekomendasi Pilkada 2024 untuk pasangan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur di 10 provinsi.

Selain itu, 278 Surat Keterangan untuk calon kepala daerah di tingkat kabupaten/kota, juga sudah diselesaikan.

Rekomendasi itu bisa berubah di tangan ketua umum Golkar yang baru. Tergantung selera dan kepentingan serta kalkulasi politik. Bahkan hitung-hitungannya bisa sampai Pemilu atau Pilpres 2029.

Baca juga : Heboh Parpol, Jangan Lupa Rakyat

Dengan demikian, Pilkada 2024 bisa menjadi cermin Pilpres 2029. Cerminan itu bisa berupa peta koalisi, serta siapa capres-cawapres 2029.

Dengan kondisi seperti ini, kalau Koalisi Indonensia Maju atau KIM plus terbentuk, bukan tidak mungkin PDI Perjuangan akan tertinggal atau ditinggal sendirian. Paling tidak, selama lima tahun ke depan.

Bahkan, lima tahun ke depannya lagi, PDIP bisa saja hanya mampu menggaet satu atau dua parpol lain untuk berkoalisi.

Dengan demikian, pemerintahan Prabowo-Gibran di parlemen memiliki kekuatan super besar dan kuat. Karena hanya menyisakan PDIP.

Kondisi ini positif. Bisa mempercepat dan memudahkan proses pengambilan keputusan serta berbagai kebijakan. Termasuk pembentukan Undang-Undang.

Baca juga : Juara Segala Olimpiade

Hanya saja, bisa menjadi masalah kalau keputusan atau kebijakan tersebut kurang menyerap suara atau aspirasi rakyat. Sangat berisiko kalau lebih mengedepankan kepentingan elite dan segelintir orang.

Di sisi lain, sebagai agen tunggal oposisi, PDIP bisa meraup keuntungan besar. Karena, PDIP bisa menjadi kanal bagi pemilik suara alternatif dan kritis.

Karena itu, Pilkada 2024 menjadi sangat krusial dan strategis. Siapa kepala daerah yang terpilih akan menentukan wajah 2029. Apakah yang bisa bekerjasama atau tidak. Kawan atau lawan. Sangat menentukan.

Namun, seperti biasa, politik sangat dinamis. Hari ini menjadi kawan baik, besok bisa menjadi musuh bebuyutan. Apa yang terlihat hari ini, tidak demikian realitas keesokan harinya. Apa yang diperjuangkan hari ini, esok-lusa malah bisa menjadi senjata makan tuan.

Idealnya, dari pemilu ke pemilu, ada peningkatan dan penguatan demokrasi. Demokrasi jangan lagi sekadar memenuhi syarat prosedural, melainkan juga ada peningkatan secara substantif.

Baca juga : Bukan “Menteri Coba-coba”

Pemilu 2029 akan menjadi pemilu ketujuh pasca Reformasi. Usia 30 tahun mestinya sudah menunjukkan kedewasaan. Bukan lagi coba-coba.

Gambaran atau sketsa 2029 bisa dilihat dari para pemenang pilkada November 2024, sirkulasi kepemimpinan parpol 2024, serta peta kekuatan civil society.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.