Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Penyusunan nomenklatur kementerian di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dikabarkan sudah hampir rampung. Nama-nama calon menteri kini sudah di kantong Prabowo. Clue juga sudah dibocorkan, namun daftar lengkapnya nama-nama tersebut masih rahasia.
Daftar nama ini bukan hanya belum sampai ke publik, internal Koalisi Indonesia Maju (KIM) pun mengaku belum terima. Tak heran, para politisi yang berhasrat masuk kabinet, harap-harap cemas dengan hal ini. Bisa jadi, tidur pun mereka tak nyenyak, karena menunggu telepon dari Prabowo.
Memang, sejak jauh-jauh hari, sudah beredar banyak daftar nama calon menteri Prabowo-Gibran yang beredar di media sosial. Sebagian besar orang yang masuk adalah para pendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, plus dari tambahan koalisi baru. Sebagian nama yang masuk dalam daftar tersebut ada sudah geer. Namun, para petinggi Partai Gerindra menegaskan, daftar tersebut tidak ada yang asli.
Baca juga : Tunjangan Perumahan Vs Tapera
Terlepas dari daftar yang beredar di publik dan daftar yang masih dirahasiakan, fit and proper test calon menteri sudah dimulai. Seperti tradisi para presiden sebelumnya, Prabowo pun memanggil calon menterinya untuk diwawancarai dan digali komitmennya di pemerintahan nanti. Beberapa politisi dan tokoh kabarnya sudah dipanggil ke Hambalang.
Clue yang dibocorkan Prabowo sebenarnya sudah lumayan memberikan gambaran susunan kabinet nanti. Prabowo bilang, sebagian menteri di era Presiden Jokowi ini, akan diminta masuk ke dalam kabinetnya. Proporsi pembagian “kue” untuk parpol-parpol anggota koalisi pun sudah terang. Parpol-parpol pun sudah menetapkan, atau setidaknya mengajukan, daftar nama calon menteri ke Prabowo.
Namun, untuk nama-nama yang belum dipanggil ke Hambalang, mereka akan tetap harap-harap cemas. Khawatir namanya tidak terpilih atau kena “serobot” orang lain. Dalam 10 hari ke depan, tokoh yang belum dipanggil ini akan terus dag-dig-dug.
Perasaan harap-harap cemas ini tidak hanya berlaku untuk para politisi. Para profesional dan birokrat yang bermimpi masuk kabinet juga sama. Di depan publik, mereka bisa saja bersikap biasa, namun di dalam hatinya, mereka yang belum dipanggil ke Hambalang pasti akan gelisah.
Hal ini sebenarnya manusiawi. Perasaan seperti ini pernah dialami semua orang, saat menunggu sesuatu yang penting. Seperti menunggu pengumuman kelulusan, menunggu panggilan kerja, atau menunggu jawaban cinta dari seseorang.
Apa pun perasaan para calon menteri nanti, jika terpilih nanti, mereka harus betul-betul menunjukkan kinerja terbaik untuk bangsa dan negara. Jangan sekali-kali menggunakan jabatan itu untuk memperkaya diri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.