Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Banjir menjadi ujian penting para kepala daerah. Lulus tidaknya para kepala daerah tersebut, antara lain, akan ditentukan oleh keberhasilan mereka menangani banjir.
Banjir besar di Indonesia, termasuk di Jabodetabek, bukanlah yang pertama. Sudah sering. Kajian serta riset sudah banyak dilakukan.
Biasanya, yang dilakukan para kepala daerah, antara lain, meninjau bendu ngan, pintu air dan sejenisnya, lalu memberi arahan.
Baca juga : Negeri Siaga Bencana
Langkah-langkah tersebut baik baik saja. Oke. Bagus. Memang perlu dilakukan. Apalagi memperhatikan para korban banjir, itu wajib. Itu yang utama dan penting.
Namun, adakah solusi serta kebijakan yang benarbenar “out of the box”, strategis serta “revolusioner” untuk me ngatasi banjir? Rasanya belum. Karena, rakyat membutuhkan solusi serta aksi yang substantif. Bukan pernakpernik remeh temeh atau sekadar gimmick.
Kalau langkah-langkah misalnya tidak menggunakan mobil dinas, lalu naik kendaraan umum ke kantor, atau turun langsung membantu menyapu jalanan, itu baik-baik saja. No problem. Namun, menghadapi problem seperti banjir, itu ujian yang tak kalah pentingnya bagi seorang kepala daerah.
Baca juga : Cambuk Klasemen “Liga Korupsi”
Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang efektif, yang bisa memastikan bahwa semua lembaga pemerintah bisa merespons krisis secara cepat, tepat, terkoordinasi dan berjalan baik. Pemimpin yang secara tegas bisa menjalankan tata ruang dengan baik dan benar. Dalam jangka pendek maupun panjang.
Banjir yang melanda banyak wila yah akan membuktikan apakah koordinasi, kerjasama antar wilayah dan antar kepala daerah, serta banyak aspek positif lainnya selama retret di Magelang, bisa dijalankan atau tidak.
Rakyat membutuhkan bukti, aksi konkret, peran dan tanggungjawab pemimpin yang telah mereka pilih. Siapa, lembaga apa, sedang melakukan apa. Dalam jangka pendek maupun panjang. Melalui peta jalan serta peta aksi yang jelas dan terkoordinasi.
Baca juga : Perhatikan Korban PHK
Para kepala daerah juga perlu menunjukkan empati. Ini perlu diingatkan, karena ketika rakyatnya berjuang menghadapi bencana banjir, disinyalir istri Walikota Bekasi justru mengungsi ke hotel!
Kita menunggu solusi, aksi-aksi “out the box” yang efektif, substantif, revolusioner serta strategis. Bukan yang “begitu-begitu saja” atau business as usual.
Jangan sampai, setelah beberapa hari, ketika banjir mulai surut, semuanya dilupakan. Semuanya kembali slowly dan “normal”, sementara substansi masalahnya tidak benar-benar terpecahkan. Jangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.