Dark/Light Mode

Spirit yang Tertunda

Rabu, 28 Januari 2026 08:31 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Satu bulan pertama 2026 berlalu tanpa gegap. Evaluasi awal pemerintahan menghasilkan daftar niat baik yang rapi, tetapi langkahnya pendek. Spirit reformasi disebut, keadilan dijanjikan, keberpihakan diulang. Namun di lapangan, perubahan terasa tertunda—seolah negara sedang menunggu momentum yang tak kunjung datang.

Penundaan ini bukan soal waktu semata, melainkan soal keberanian. Banyak kebijakan berhenti di ambang keputusan karena takut berbiaya politik. Koreksi ditimbang terlalu lama; keberpihakan dinegosiasikan terlalu jauh. Akhirnya, niat baik menjadi wacana—indah di naskah, rapuh di praktik.

Baca juga : Negara dan Kesabaran

Warga membaca tanda-tanda itu dengan kepekaan harian. Ketika harga tak juga jinak, layanan belum lincah, dan perlindungan sosial belum merata, kata “proses” terdengar seperti alasan. Spirit reformasi kehilangan denyut jika tak menyentuh dapur dan antrean. Yang tertunda bukan sekadar program, melainkan kepercayaan.

Ada kebiasaan lama yang kembali: menunggu hasil evaluasi berikutnya. Padahal evaluasi sejati adalah keberanian mengubah arah di tengah jalan. Menunda koreksi demi stabilitas sering berakhir pada instabilitas yang lebih mahal. Politik yang hati-hati berlebihan justru mengikis rasa adil.

Baca juga : Dua Tipe Negara

Amartya Sen mengingatkan bahwa keadilan bukan hanya tentang rancangan institusi, melainkan tentang kemampuan nyata warga untuk hidup bermakna—capabilities yang bisa dirasakan sekarang, bukan nanti (Sen, Development as Freedom, 1999). Spirit reformasi yang tertunda berarti menunda kebebasan yang konkret.

Keberanian kebijakan tidak selalu berarti langkah besar. Ia bisa hadir sebagai keputusan kecil yang tepat sasaran: memotong prosedur yang menghambat, mengalihkan anggaran ke yang paling rapuh, menghentikan praktik yang melukai rasa keadilan. Reformasi tumbuh dari konsistensi, bukan dari pengumuman.

Baca juga : Demokrasi di Pagi Hari

Niat baik tanpa keberanian hanya menjadi wacana. Spirit yang hidup membutuhkan keputusan yang menanggung risiko—demi keadilan yang dirasakan. Jika tidak, Januari akan berlalu seperti bulan-bulan lain: penuh kata, miskin tindakan. Dan rakyat kembali diminta menunggu, sementara semangat semakin tertunda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.