Dark/Light Mode

Bandar Pilpres

Rabu, 28 November 2018 09:25 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain para politisi, yang sibuk jelang perhelatan demokrasi Pemilihan Presiden adalah para pengusaha nasional. Sebagai pengusaha, apalagi mereka yang bisnisnya melibatkan pemerintah, mereka harus menyimpan kaki-kaki mereka di kandidat yang potensi menang-nya tinggi. Ini tentu terkait kepentingan bisnis ke depan.

Pengusaha harus cerdas membaca masa depan politik Indonesia. Harus punya perhitungan dan prediksi yang akurat. Tak cuma itu, pengusaha harus punya naluri siapa yang keluar sebagai pemenang dan kecerdasan berkomunikasi dengan para politisi ini. Salah-salah bisnisnya di hambat bila tak sejalan.

Baca juga : Kompor Politik

Pengusaha memang macam-macam. Ada yang cukup ideologis, ada yang pragmatis, dan ada yang menganggap cuma entertainment. Namun apapun motive mereka: kepentingannya sama, bisnisnya makin lancar, makin nambah proyek, dan tidak mengalami gangguan berarti. Oleh karenanya mereka bekerja lobi-lobi ini untuk survive dan kontinyu eksis bahkan ekspansif bisnisnya. 

Dalam Pilpres 2019, para pengusaha musti segera memasang orang-orang untuk bisa menyalurkan ke pundi-pundi mereka ke para paslon sebagai pintu pembuka dan penguat lobi. Namun tentu rakyat harus terus mengawasi. Agar tidak transaksional. Ini bukan pekerjaan mudah.

Baca juga : Oli Mesin Paslon

Para paslon harus pinter menerima sumbangan mereka. Jangan sampai menerima dana yang kelak jadi masalah. Jangan kaget dengan uang-uang panas yang berseliweran, harus hati-hati karena salah langkah. Jangan melakukan yang bisa merugikan penyumbang dan yang menerima sumbangan.

Para bandar pilpres sepertinya memasang dua kaki. Ini pasti untuk jaga-jaga. Bisa jadi ada uncontrolable factor dalam dinamikanya sehingga pemenang Pilpres sulit diukur survey. Inilah pentingnya keluwesan dan pandai menari di antara pertentangan politik yang tajam.

Baca juga : Mudahnya Membunuh

Penguasa juga dipaksa untuk menjadi tempat meningkatkan leverage perusahaan dengan jejaring elit pemerintah apalagi lingkaran RI 1 dan RI 2. Ada semacam previledge. Jumlah pengusaha nasional yang akan ikut memeriahkan dengan membandari pesta demokrasi Pilpres sepertinya sudah mulai banyak. Kita lihat saja pergerakan mereka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.