Dark/Light Mode
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Dunia media sosial begitu berisiknya. Media massa kini benar-benar kalah berisik. Menyikapi situasi terakhir terkait kebijakan PPKM secara garis besar publik terbelah dua: setuju dan tidak setuju perpanjang. Begitu ributnya.
Baca juga : Mewaspadai Aksi 'Perampokan' Bansos
Kelompok yang setuju merasa bahwa PPKM mesti diteruskan. Situasi pandemi belum benar-benar mereda. Angka keterpaparan masih terus melonjak. Rumah sakit-rumah sakit over capacity. Tenaga kesehatan kewalahan.
Melonjaknya angka keterpaparan ini sampai-sampai mendapat sorotan dunia. Indonesia kini telah rusak citranya sebagai episentrum pandemi di Asia bahkan dunia. Banyak negara mengeluarkan polisi melarang penerbangan dari Indonesia. Bener-bener menghina.
Baca juga : Merdeka Dari Penjajah
Kelompok pendukung kebijakan ini umumnya pemerintah dan kelas menengah. Mereka kelompok yang tak memiliki isu dengan keuangan dalam keseharian mereka. Mereka terus memaksa dan terus berkampanye perpanjangan PPKM.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.