Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bamsoet Tunjuk Tinton Soeprapto Jadi Pelaksana Ketua SC Formula E

Minggu, 5 Desember 2021 21:09 WIB
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (Foto: Dok. IMI)
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (Foto: Dok. IMI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang juga Ketua Steering Committee (SC) Formula E Jakarta Bambang Soesatyo, menegaskan, IMI sebagai perpanjangan tangan federasi otomotif dunia atau FIA siap menyukseskan pelaksanaan acara balap mobil listrik internasional Formula E di Jakarta atau Jakarta E-Prix 2022 pada 4 Juni 2022. Untuk itu, dirinya telah menunjuk tokoh otomotif Indonesia yang juga Dewan Pembina IMI Tinton Soeprapto untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai Ketua SC mendampingi Sekjen IMI Ahmad Sahroni sebagai Ketua Organizing Committe (OC) Formula E Jakarta.

Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang, penunjukan Tinton yang menjadi legenda balap Indonesia diharapkan mampu mendorong penyenggaraan Formula E ini sesuai dengan tata laksana dan peraturan internasional FIA. Berbagai kejuaraan balap internasional pernah dijuarai oleh Tinton. Bahkan, Pemerintah memberikan penghargaan Adimanggala Krida pada 2014 untuk kepeduliannya pada olahraga otomotif.

Berita Terkait : KRL Anjlok Di Stasiun Sudimara, Ini Penjelasan KAI Commuter

"Karena pengalamannya, itulah saya memercayai Tinton Soeprapto sebagai pelaksana ketua steering committee Formula E Jakarta, mendampingin Ahmad Sahroni sebagai OC," ujar Bamsoet, dalam sambutannya saat meresmikan Sirkuit Zabaq, di Tanjung Jabung Timur, Jambi, Minggu (5/12).

Ketua MPR ini menuturkan, Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk penyelenggaraan Formula E. Karenanya, pelaksanaan Formula E di Jakarta harus tetap dilakukan agar tidak ada uang yang terbuang percuma.

Berita Terkait : Bamsoet Yakin, Tahun Depan Bandara Kertajati Bakal Ramai

"Kita semua tahu uang yang telah dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta untuk Formula E tidak bisa diminta kembali. Sebab itu, kita harus memanfaatkan apa yang sudah dibayarkan dalam bentuk kebermanfaatan ekonomi bagi masyarakat. Jangan sampai ada satu sen pun dari uang yang telah dikeluarkan untuk Formula E tidak kembali dalam bentuk manfaat bagi rakyat," kata Bamsoet.

Dia memaparkan, berkaca dari pelaksanaan World Superbike, pertumbuhan ekonomi di Mandalika dalam seminggu meroket naik 5 persen. Hotel, penerbangan, restoran penuh. Bahkan, rumah-rumah penduduk banyak yang ditinggali oleh para turis. UMKM pun kembali hidup dari penjualan makanan, merchandise serta souvenir-souvenir.

Berita Terkait : Wujudkan Santri Berdaya Saing, Pertamina Lubricants Luncurkan Program ESS

"Tidak hanya itu, pelaksanaan World Superbike merekrut 1.475 tenaga kerja dari NTB, termasuk penduduk dari enam desa penyangga disekitar Mandalika. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga mendapat tambahan dari pajak hiburan sebesar 15 persen, pajak parkir 30 persen, serta pajak restoran dan hotel sebesar 15 persen. Saya optimistis pelaksanaan Formula E di Jakarta juga akan membawa peningkatan ekonomi nasional yang cukup besar setelah terimbas pandemi Covid-19,"  pungkas Bamsoet. [USU]