Dark/Light Mode

Tersingkir Karena Tegang, Paris Bakal Jadi Olimpiade Terakhir Fajar/Rian

Kamis, 1 Agustus 2024 20:47 WIB
ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (Foto : Ist)
ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tak bisa mengurangi ketegangan saat main, ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus tersingkir dari Olimpiade 2024. Olimpiade Paris mungkin akan menjadi olimpiade terakhir Fajar/Rian.

Fajar/Rian terhenti dari badminton Olimpiade 2024 seusai tumbang di tangan Liang Wei Keng/Wang Chang (China) Laga Fajar/Rian vs Liang/Wang dalam jadwal Olimpiade 2024 bergulir di La Chapellee Arena pada Kamis (1/8/2024) malam WIB.

Fajar/Rian menelan kekalahan dari Liang/Wang melalui straight game atau dua gim langsung dengan skor 22-24, 20-22.

Baca juga : Tersingkir Di Olimpiade Paris, Jojo: Rasanya Campur Aduk

"Olimpiade pertama ini tidak mudah, kami baru merasakan atmosfernya. Dari awal-awal pun tidak mudah, kami merasakan bagaimana tegangnya pas masuk lapangan," kata M Rian Ardianto kepada Humas PBSI.

"Lawan bermain sangat baik, kami sebenarnya sudah mencoba dengan strategi yang disiapkan. Lebih banyak menyerang di gim kedua dan kami bisa unggul beberapa poin tapi kami belum bisa menyelesaikan dengan kemenangan."

Sementara Fajar Alfian meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, PBSI, NOC karena belum bisa melaju ke babak berikutnya.

Baca juga : Gagal Melaju, Apri/Fadia Tetap Bangga Bisa Tampil Di Olimpiade Paris

"Tidak ada atlet yang mau kalah dan kami kecewa. Memang tidak ada yang tidak mungkin, bisa saja kami bermain di Olimpiade berikutnya tapi kami realistis, umur kami tidak muda lagi jadi kami patut bersyukur bisa bermain di Olimpiade pertama ini. Apapun hasilnya, kami sudah maksimal,"  kata Fajar.

"Lawan lebih yakin di akhir-akhir poin, kami sudah mencoba melawan tapi kami malah melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Dari segi persiapan kami sudah maksimal, sebulan di Jakarta, 10 hari training camp di Chambly."

Menurut Fajar, semua atlet pasti mau tampil 100 % tapi di dalam lapangan pasti ada rasa tegang dan lain-lainnya, itu yang belum bisa dia atasi.

Baca juga : Pimpinan DPR Setujui Pansus Haji

"Ini Olimpiade pertama kami, kami sudah coba lebih tenang, lebih rileks dan banyak berdiskusi dengan pelatih, dengan tim psikolog tapi di lapangan memang ada aura yang berbeda," tutup Fajar. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.