Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pangetan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) belakangan dikabarkan akan membeli Newcastle United. Tapi media menyebut fokusnya masih ke Manchester United.
Baru-baru ini kabar pembelian Newcastle oleh Dana Investasi Publik atau Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi menguat. BBC bahkan melaporkan negosiasi sudah berjalan beberapa bulan. Potensi transaksinya mencapai 340 juta poundsterling atau lebih dari Rp 6 triliun.
Baca juga : Mbappe Ngebet Raih Tiga Gelar
Namun kesepakatan rumit semacam ini memang tetap menyimpan peluang gagal, terlebih pemilik Newcastle Mike Ashley tak dalam posisi terdesak untuk melepas kepemilikan.
Nah, rupanya Pangeran Mohammed bin Salman yang mengetuai PIF, sebuah badan pengelola kekayaan negara Arab Saudi, juga sebenarnya belum mantap betul untuk membeli Newcastle. Target utamanya masihlah Manchester United.
Baca juga : Xavi Ngebet Latih Barcelona
Ini tak terlepas dari fakta bahwa Ashley masih belum menerima uang panjar untuk memulai negosiasi terkait penjualan Newcastle. Ia memang meminta panjar 250 ribu poundsterling atau sekitar Rp 4,4 miliar kepada para peminat, sebagai syarat dimulainya proses audit terhadap klubnya.
Mike mulai kesal mendengar atau membaca di media soal ketertarikan dari sejumlah pihak berbeda. Itulah sebabnya sampai dia benar-benar melihat warna uang milik seseorang, dia akan tetap skeptis soal adanna minat nyata untuk mem- beli Newcastle United,” ujar sumber yang dekat dengan Mike Ashley kepada Sunday Mirror. [NET]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya