Dark/Light Mode

Menpora Ingin Indonesia Marathon 2020 Galakkan Sport Tourism

Minggu, 23 Februari 2020 06:08 WIB
Menpora Zainudin Amali saat menerima Sekjen KONI Ade Lukman. (Foto : Kemenpora)
Menpora Zainudin Amali saat menerima Sekjen KONI Ade Lukman. (Foto : Kemenpora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menyambut HUT RI ke-75, Indonesia akan menggelar ajang Indonesia Marathon 2020. Selain untuk meningkatkan prestasi atlet, ajang ini juga untuk menggalakan sport tourism.

Hal itu dijelaskan Sekjen KONI Ade Lukman saat diterima Menpora Zainudin Amali di Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/2) sore.

Rencana Indonesia Marathon akan dilaksanakan selama 5 tahun berturut-turut dan diawali dari Jakarta. "Kita harapkan dengan di gelarnya Indonesia Marathon dengan motto Tembus Batas Maksimal ini bisa masuk ke Word Major Marathon dan kita juga sudah berkoordinasi dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI)," jelas Ade.

Berita Terkait : Presiden PKS Anggap Indonesia Masih Low Trust Society

Indonesia Marathon merupakan suatu inisiatif kontribusi kami sebagai anak muda ikut terlibat dalam membangun bangsa khususnya di bidang olahraga. Selain itu, kita juga ingin menggalakkan sport tourism.

"Karena kita ingin menggalakkan sport tourism maka kita akan mengelar di 5 kota seperti di tahun pertama di Jakarta, tahun kedua di Lombok, tahun ketiga Belitung, tahun keempat Medan dan tahun kelima di Danau Toba, Medan, " ucapnya

"Secara konsep harapanya bahwa Indonesia Marathon ini bisa menjadi marathon yang berstandar internaisonal. Karena itu, kami meminta dukungan dari pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan Kemenparekraf sehingga harapannya kedepan menjadi kalender resmi olahraga nasional," tambahnya.

Berita Terkait : Program Transmigrasi Wujudkan Indonesia Sentris

Menanggapi hal tesebut, Menpora mendukung Indonesia Marathon ini. Namun, Menpora mengingatkan penyelenggaraan Indonesia Marathon kedua di Lombok pada tahun 2021, jangan sampai berbenturan dengan MotoGP di Mandalika, Lombok sehingga harus dicermati betul. Ia juga berharap Indonesia Marathon harus bisa tampil beda dengan marathon yang sudah ada sebelumnya.

"Pada tahun 2021, kita juga akan mengelar MotoGP di Mandalika, Lombok sehingga Indonesia Marathon kedua di Lombok pada tahun 2021 jangan sampai berbarengan waktunya dan panitia harus bisa mensiasati itu. Selain itu juga Indonesia Marathon harus menampilkan berbedaan dengan marathon yang sudah ada seperti Borobudur Marathon. Perbedaan itu harus mencul sehingga orang akan menarik untuk mengikuti Indonesia Marathon," terangnya.

Hadir pada audiensi tersebut Deputi Bidang Prestasi Olahraga Chandra Bhakti dan Staf Khusus Menpora Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga H. Mahfudin Nigara. [IPL]