Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPK Hormati Proses Hukum KPK, Pegawai Terlibat Akan Disidang Etik
- Kejagung Ungkap Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,3 Miliar
- Pramono Sediakan Ruang Nobar Piala Dunia, Asal Jangan Ganggu Jam Kerja
- KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil SUV dari Kasus Suap Audit BPK
- Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad
RM.id Rakyat Merdeka - Arsenal mengakhiri puasa gelar Liga Inggris sejak 22 tahun lalu. Kejayaan yang sudah lama dirintis dan disempurnakan oleh pelatih Mikel Arteta.
Arsenal akhirnya meraih gelar juara Premier League. Dibantu oleh Bournemouth yang menahan imbang Manchester City, Arsenal mengakhiri puasa gelar sejak 22 tahun lalu. Perjalanan menuju kejayaan ini sebenarnya sudah dimulai lebih awal, dimulai dari era Arsene Wenger yang memindah kan Arsenal ke Emirates Stadium pada 2006.
Meski langkah itu membawa harapan besar, kenyataannya Arsenal harus berjuang keras bersaing dengan klub-klub kaya seperti Man chester City dan Chelsea.
Baca juga : Malaysia Masters 2026, Ubed Taklukkan Andalan India
Pemilik klub, Stan Kroenke, mengambil alih kendali penuh pada 2018 setelah membeli saham mayoritas. Ini menjadi titik awal transformasi yang lebih signifikan di tubuh The Gunners, terutama setelah Mikel Arteta ditunjuk sebagai pelatih.
Meski awalnya tidak mudah, Arteta berhasil membawa perubahan besar, bahkan di tengah tantangan seperti pandemi Covid-19.
Keputusan investasi besar yang dilakukan oleh Josh Kroenke mem buktikan komitmen serius untuk mendukung Arteta dalam membangun tim yang kompetitif. Dengan bantuan dari direktur teknis dan kemudian direktur olah raga, Edu Gaspar, Arsenal melakukan pembelian pemain yang efektif, membangun skuad yang mampu bersaing di level tertinggi.
Baca juga : Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Apa Beda Krismon 98 Dengan Sekarang?
Musim 2025/26 menjadi puncak dari usaha keras itu. Dengan pengeluaran yang hampir mencapai 300 juta Euro untuk memperkuat tim, Arsenal menghadapi tekanan besar namun berhasil mengatasinya dengan baik. Keberhasilan ini juga didukung oleh rekrutan cerdas.
Usai menjadi langganan runner up, Arsenal kini bukan lagi bahan lelucon. Mereka berhasil membungkam kritik dan sulit dikalahkan. Meski sudah memas tikan gelar Liga Inggris, musim Arsenal belum selesai.
Fokus mereka kini beralih ke Final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 30 Mei mendatang. Jika menang, Arsenal akan mencatat sejarah baru dengan meraih double winners sekaligus trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya