Dark/Light Mode

Dampak Covid-19, Bos ITF Potong Gaji 30 Persen

Minggu, 12 April 2020 16:32 WIB
David Haggerty bersama Serena Williams (kiri) (Foto : Istimewa)
David Haggerty bersama Serena Williams (kiri) (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Federasi Tenis Internasional (International Tennis Federation/ ITF) mengatakan setidaknya 900 turnamen dari seluruh dunia saat ini tengah ditangguhkan akibat pandemi virus Corona alias Covid-19. Hal itu memaksa separuh karyawan ITF mengambil cuti karena tak ada yang perlu dikerjakan alias menganggur.

Mengacu panduan otoritas kesehatan jangka panjang untuk organisasi, Presiden ITF, David Haggerty rela memotong gajinya sebesar 30 persen demi menyelamatkan para pekerja dari sisi kesehatan sampai dengan akhir tahun ini.

“Tujuan kami adalah untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan olahraga kami yang bekerja sama dengan 210 negara ang- gota kami, itulah sebabnya kami membuat keputusan sulit dalam jangka pendek sehingga kami dapat terus memberikan tenis untuk generasi mendatang di seluruh dunia,” katanya.

Berita Terkait : Kena Imbas Covid-19, Peternak Ayam Minta Diselamatkan

Organisasi tenis yang berbasis di London, Inggris itu, juga sudah melaporkan setengah dari karyawan yang bekerja akan mendapatkan skema retensi yang dibuat pemerintah negara setempat.

Dalam skema itu, para pemberi kerja dapat melakukan klaim sebesar 80 persen atas upah cuti karyawannya dengan batas 2.500 Poundsterling atau sebesar Rp 48 juta per bulan.

ITF tentunya akan menambah pembayaran tersebut untuk memastikan seluruh karyawan yang cuti tetap menerima setidaknya 80 persen dari gaji utama. Selain itu, untuk para karyawan yang masih bekerja akan dikurangi masa kerjanya menjadi empat hari saja dalam satu pekan dan dibayar sebesar 90 persen dari gaji utama.

Berita Terkait : FIFA Ingatkan Federasai Sepakbola, Liga dan NyawaTak Sepadan

Untuk jajaran kepala eksekutif dan direktur juga akan bekerja selama empat hari dalam sepekan dan dibayar sebesar 80 persen dari gaji yang didapatkan.

Sementara itu, salah satu acara penting milik ITF yakni, Final Fed Cup yang seharusnya berlangsung di Budapest pada bulan ini terpaksa harus mengganti jadwal akibat penundaan kompetisi hingga 13 Juli mendatang.

“Meskipun menunda acara dan memprioritaskan keselamatan adalah respons yang tepat dalam keadaan luar biasa ini, hal itu telah menghasilkan sejumlah tantangan kompleks, termasuk hilangnya pendapatan yang signifikan,” ujarnya.

Berita Terkait : TikTok Bantu Penanganan Covid-19 Senilai Rp 100 M

Dengan banyaknya turnamen yang ditunda, potensi kehilangan penghasilan dari para ratusan petenis kini menjadi masalah besar, terutama bagi mereka profesional tingkat bawah yang berjuang mencari nafkah. ITF sebagai salah satu badan organisasi tenis dunia telah mengadakan diskusi dengan beberapa pemangku kebijakan tenis lainnya untuk memberikan dukungan bagi negara dan petenis yang mengalami krisis saat ini. [KW]