Dark/Light Mode

Grand Launching ADMI, Bamsoet: Harus Mampu Tingkatkan Prestasi Atlet Balap Indonesia

Sabtu, 5 Desember 2020 22:16 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) dalam Grand Launching ADMI, di Jakarta, Sabtu (5/12). (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) dalam Grand Launching ADMI, di Jakarta, Sabtu (5/12). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendukung perjanjian Kerja Sama Operasional (KSO) antara Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (LPDUK Kemenpora) dengan Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) dalam hal pengelolaan Akademi Digital Motorsport Indonesia (ADMI). Melalui KSO tersebut, LPDUK Kemenpora bertindak sebagai pemilik tempat beserta seluruh fasilitas. Sementara, IMI bertindak dalam pengelolaan serta perawatan semua sarana dan prasarana yang terdapat dalam ADMI.

"KSO tersebut juga menjadi bukti kehadiran negara dalam pengembangan potensi bibit atlet maupun yang sudah menjadi atlet balap nasional. Kehadiran ADMI sangat berguna sebagai tempat latihan para pembalap riil maupun pembalap virtual. Selain juga sebagai tempat menggelar event digital motorsport berskala lokal hingga internasional. Di sisi lain, kehadiran IMI dalam manajemen bisa mendongkrak nilai ekonomis ADMI, sehingga menghasilkan pemasukan bagi negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, dalam Grand Launching ADMI, di Jakarta, Sabtu (5/12).

Baca juga : Lewat JBIC, Jepang Siap Berpartisipasi Dalam SWF Indonesia

Calon Ketua Umum IMI ini turut mencoba langsung kecanggihan simulator balap yang dimiliki ADMI. Dari mulai getaran di bangku kemudi hingga ketegangan adrenalin, tak ubahnya seperti sedang balapan riil di sirkuit. Tak berlebihan jika dari segi bisnis, prospek ADMI sangat potensial mendatangkan keuntungan ekonomis yang besar.

"Setidaknya sampai satu hingga dua tahun ke depan, dunia masih dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19, menyulitkan penyelenggara event balap mengundang atlet dari berbagai negara. Digital motorsport merupakan salah satu jawabannya. Tak perlu datang langsung menciptakan kerumunan, para atlet bisa mengikuti balapan skala internasional dari masing-masing simulatornya," jelas Bamsoet.

Baca juga : Wali Kota Jakbar Uus Ingatkan Pengungsi Terapkan Prokes

Dewan Pembina Motor Besar Indonesia (MBI) ini memaparkan, tren perkembangan digital motorsport di dunia terus melaju kencang. Bahkan Fédération Internationale de l'Automobile/FIA (Federasi Otomotif Dunia) telah memasukkannya dalam salah satu cabang FIA, dan telah disertifikasi federasi pada 2018. Karenanya, Indonesia tidak boleh tertinggal. Pada 2019, FIA untuk pertama kalinya menyelenggarakan kompetisi digital motorsport (2019 FIA Motorsport Games). Diikuti 166 atlet dari 49 organisasi anggota FIA. Tim Rusia keluar sebagai juara umum dengan satu medali emas, dan tiga medali perunggu.

"Keterwakilan Indonesia di FIA diwakili oleh IMI. Karena sudah memiliki ADMI, tak menutup kemungkinan pada event serupa di tahun mendatang, Indonesia bisa turut berpartisipasi. Sehingga bisa semakin mengangkat nama Indonesia di level internasional," pungkas Bamsoet. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.