Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lark Diklaim Bisa Tingkatkan Ekosistem Startup Di Indonesia
Rabu, 11 November 2020 22:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Salah satu faktor yang membuat startup dapat bergerak cepat adalah kemampuan seluruh anggotanya untuk multitasking. Sebab itu, penerapan teknologi dibutuhkan untuk dapat mengatasi tantangan ini, dan bagaimana memilih platform kolaborasi yang tepat dan dapat mendukung produktivitas.
“Kami mengerti startup membutuhkan platform yang tepat untuk dapat membantu mereka bekerja, berkreativitas dan berkolaborasi sesuai dengan kultur yang dimiliki. Keunggulan platform kolaborasi Lark adalah setiap fitur di dalamnya dapat diakses secara real time,” jelas Lark Vice President Commercial Asia Joey Lim.
Menurut Lim, melalui Lark, setiap anggota dapat mengerjakan dokumen, chatting, maupun video call secara bersamaan. Hal ini akan memungkinkan startup dapat bekerja dan berkolaborasi dari berbagai lokasi, layaknya berada di dalam kantor.
“Kami berharap Lark dapat menghapus kekhawatiran para entrepreneur dalam upaya menciptakan proses kolaborasi yang baik. Sehingga startup Indonesia akan semakin berkembang dan ke depan akan semakin banyak lahir entrepreneur baru di Indonesia,” tambahnya.
Baca juga : Dapat Bintang Mahaputera, Amran Sulaiman: Ini Penghargaan Untuk Petani Indonesia
Survei bertajuk Indonesia Millenial Report 2019 menunjukkan, 69,1 persen atau sekitar 7 dari 10 milenial berminat menjadi entrepreneur.
Survei tersebut juga menunjukkan generasi yang akrab dengan teknologi ini lebih suka bekerja dengan kebebasan untuk berkreativitas, memiliki fleksibilitas waktu dalam bekerja dan bekerja secara tim.
Menurut Startup Ranking, pada 2019 Indonesia menduduki urutan nomor lima dunia dengan jumlah startup terbanyak, sebesar 2.193 perusahaan, mengungguli negara-negara maju lain, seperti Jerman, Australia, Prancis dan Spanyol.
Deputi Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hari Sungkari mengatakan, keberadaan startup memainkan peranan penting terhadap kemajuan perekonomian Indonesia.
Baca juga : Demokrasi Indonesia Lebih Baik Dari Amerika
“Tidak hanya berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru. Namun di balik semua itu, startup memiliki tantangan yang sangat besar untuk bisa bertahan dalam pasar. Umumnya startup piawai dalam hal teknologi dan inovasi,” jelas Hari.
Namun, menurut dia, banyak dari mereka yang belum terbiasa menghadapi tiga masalah besar, yaitu kepemimpinan, komunikasi dan engagement.
Menjalankan sebuah perusahaan tidak bisa one man show, dibutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan seluruh tim. Sebuah sistem dibutuhkan agar segala aspek dapat berjalan dengan baik.
Menurut dia, pada 2020, Jakarta dinobatkan sebagai ranking 2 dari Top 100 Emerging Startup Ecosystem. Ini dapat terwujud karena terjadinya jejaring yang kuat di antara founder, talent, mentor dan calon investor.
Baca juga : Dana Otsus Tingkatkan Pendidikan Di Papua
“Lark sebagai platform kolaborasi sangat mendukung meningkatnya kualitas ekosistem startup di Indonesia,” tandas dia. [MER]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya