Dark/Light Mode

Uang Yang Disetor Ke PSSI DP Tiket, Bukan `Beli` Jabatan Manajer Timnas U-19

Minggu, 20 Desember 2020 20:29 WIB
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi (Foto: Istimewa)
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) diterpa isu jual-beli jabatan manajer Timnas U-19 untuk Piala Dunia U-20. Isu liar ini berawal dari foto kuitansi setoran senilai 100 ribu dolar Singapura (setara Rp 1 miliar) dari mantan Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris ke perwakilan PSSI Djoko Purwoko.

Menyikapi isu ini, Haris angkat bicara. Dia menegaskan, penyetoran uang itu untuk pembelian tiket. Keterangan di kuitansi yang beredar pun sudah jelas, uang itu untuk pembelian tiket. Bukan untuk menjadi manajer Timnas U-19.

"Sekarang gini ya, yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia dan cuma sekadar bisnis. Apa salah kalau mau berbisnis?" kata Haris, Minggu (201/1).

Baca juga : KPU Dan Bawaslu Jangan Main-main Dengan Kode Etik

Sebelumnya, ada yang menyebut, penyetoran uang itu agar mantan bos Sriwijaya FC Dodi Reza Alex Noerdin diangkat jadi manajer Timnas U-19. "Saya tidak tahu apa-apa soal isu yang lain. Sekarang tinggal dilihat saja apa itu keterangan di kuitansinya," sambung Haris.

Dia tidak menampik jika bisnis itu terkait vendor penyedia tiket Piala Dunia. Dia juga menegaskan, isu jual-beli jabatan manajer Timnas-19 yang dihebuskan cuma sekadar serangan politik.

"Sekali lagi, ini bisnis tiket saja. Sudah biasa tuduhan-tuduhan seperti ini di sepak bola. Saya bukan orang politik, ini paling cuma politik orang-orang yang tidak suka Pak Dodi," tegas Haris.

Baca juga : Jadi Yang Pertama, KSPSI Dan KSPI Ajukan Uji Materi UU Cipta Kerja Ke MK

Djoko Purwoko juga membantah narasi yang telah dihembuskan terkait jual-beli jabatan manajer. Dia merasa ada pihak yang tak senang dengan PSSI pimpinan Mochamad Iriawan dan Dodi selaku mantan petinggi Sriwijaya FC. "Mungkin saya orang yang dipandang tegak lurus, jadi dicari-cari nama saya. Ini mungkin juga politik yang tidak suka PSSI," kata Djoko.

"Kuitansi itu tidak ada kaitannya (narasi jual-beli jabatan manajer). Memang tidak boleh pesan tiket jauh-jauh hari? Saya pernah juga tinggal di luar negeri pesan tiket Liga Champions. Saya orang bola dan paham bagaimana pemesanan tiket," sambungnya.

Djoko menegaskan, isu adanya jual-beli jabatan manajer Timnas U-19 merupakan kebohongan besar. “Itu orang-orang politik dari pihak yang tak suka Pak Dodi dan Pak Ketum PSSI. Saya juga pernah ada di era Ketua Umum PSSI Pak Edy Rahmayadi. Kurang lebih begitu saja, polanya sama," ucap Djoko.

Baca juga : Ketum PSSI Mochamad Iriawan Sambut Kedatangan Timnas U-19 Di Fairmont Hotel

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menanggapi santai isu jual-beli jabatan ini. Dia menganggap, isu-isu seperti ini sudah biasa menerpa PSSI.

"Biasanya isunya sampai puluhan miliar. Tumben ini hanya Rp 1 miliar. Sudah puluhan tulisan tentang masalah seperti ini beredar. Kami tidak pernah menanggapinya. PSSI sudah biasa dengan isu seperti ini. Jadi, tidak butuh ada penjelasan dari kami," kata Yunus Nusi. [WUR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.