Dark/Light Mode

Bamsoet Dorong Sirkuit Sentul Kembali Gelar Kejuaraan Dunia Otomotif

Minggu, 10 Januari 2021 06:48 WIB
Ketua MPR/Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (bertopi biru) saat mengunjungi Sirkuit Sentul, di Bogor, Sabtu (9/1). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR/Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (bertopi biru) saat mengunjungi Sirkuit Sentul, di Bogor, Sabtu (9/1). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo menginginkan Sirkuit International Sentul tidak hanya sekadar tempat balapan. Tetapi, mampu menjadi icon otomotif sekaligus monumen kebanggaan bangsa. Terlebih, Sirkuit Sentul merupakan saksi lahir dan majunya olahraga otomotif di Indonesia. 

"Di sini pernah diselenggarakan berbagai kejuaraan internasional bergengsi seperti Asian F3, A1 Grand Prix, GP2 Asia. Bahkan di tahun 1996-1997, pernah menjadi tuan rumah MotoGP. Pada tahun 1997, misalnya, Valentino Rossi yang bergabung dengan tim Aprilia ikut meramaikan balapan dengan turun di kelas 125 cc dan menjadi juara. Sementara, kelas 250 cc dimenangkan Max Biaggi dari Honda, dan di kelas bergengsi 500 cc dimenangkan Tadayuki Okada," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai bertemu CEO Sirkuit International Sentul Tinton Soeprapto, di Bogor, Sabtu (9/1). 

Berita Terkait : Dari Sirkuit Sentul, Bamsoet Ajak Honda Cs Majukan Olahraga Otomotif

Ketua DPR ke-20 ini tidak ingin kejayaan Sirkuit Sentul perlahan pudar ditelan roda zaman. Karenanya, setelah Sirkuit Mandalika di Lombok, tak salah jika kelak perhelatan MotoGP maupun juga F1, juga bisa mampir ke Sirkuit Sentul. Karena satu negara bisa saja menyelenggarakan lebih dari satu balapan di sirkuit yang berbeda. 

"Sebelum mengejar MotoGP maupun F1, IMI mendukung manajemen Sirkuit Sentul terlebih dahulu menyelenggarakan event internasional berskala Asia. Seperti TCR Asia International Series, Asia Road Racing Championship, Blancpain GT World Challenge Asia, hingga Supercars Championship," ucap Bamsoet. 

Berita Terkait : Bamsoet Ingin Optimalkan Sirkuit Sentul Sebagai Pusat Olahraga Otomotif

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menilai masyarakat Indonesia sudah sangat merindukan hadirnya kembali event olahraga balap berskala internasional. Para promotor dunia rasanya tak akan berpikir panjang menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah, selama keberadaan sirkuitnya memadai. 

"Potensi market penonton di Indonesia sangat besar. Sebagai gambaran, saat menjadi tuan rumah A1 GP Championship pada tahun 2006, penonton tumpah ruah di Sirkuit Sentul. Bahkan Presiden SBY sampai terjebak dalam kemacetan dan harus menggunakan motor menuju Sirkuit Sentul untuk membuka A1. Kondisi tersebut menggambarkan betapa masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang sosial ekonomi sangat menyukai event olahraga otomotif," pungkas Bamsoet. [USU]