Dark/Light Mode

Kasus Corona Meninggi Lagi, Promotor Minta Formula 1 GP China Ditunda

Senin, 11 Januari 2021 11:42 WIB
Sirkuit Formula One di China. (Foto : Istimewa)
Sirkuit Formula One di China. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Formula One Grand Prix (GP) China 2021 terancam ditunda. Kondisi tersebut merupakan permintaan dari promotor. GP China sejatinya berlangsung 11 April.

Negeri Tirai Bambu adalah tuan rumah seri ketiga F1 2021. Namun Promotor GP China Yibin Yang ragu balapan bisa berlangsung sesuai jadwal. Lonjakan kasus Covid-19 jadi penyebabnya.

Yibin ingin balapan di negaranya bisa ditunda. Dia sudah berkomunikasi dengan petinggi F1 supaya menggelar GP China pada paruh kedua musim 2021.

Baca Juga : Politeknik APP Jakarta Kemenperin Cetak SDM Kompeten Sektor Logistik

“Kami terus berkomunikasi dengan pihak F1 nyaris setiap pekan. Saya rasa masih banyak ketidakpastian jika digelar pada paruh pertama, di April,” kata Yibin dikutip dari Motorsport, kemarin.

“Kami ingin menukar jadwal ke paruh kedua tahun ini. Kami sudah resmi mengajukan permintaan untuk memindahkan balapan ke paruh kedua tahun,” ujarnya.

Sebelumnya GP Vietnam yang seharusnya berlangsung 25 April atau seri keempat telah resmi dibatalkan. Jika GP China ditunda maka ada dua slot kosong di kalender F1 2021 bulan April.

Baca Juga : Jakarta PSBB Ketat, Gedung KPK Cuma Diisi 25 Persen Pegawai

Kabarnya F1 akan mengisi kedua jadwal itu dengan menggelar balapan di Sirkuit Imola, Italia dan Sirkuit Portimao, Portugal. Selain itu seri pembuka yakni GP Australia yang berlangsung 21 Maret juga sedang mengajukan penundaan balapan, sama seperti China. Jika dikabulkan maka GP Bahrain (28 Maret) berpeluang sebagai tuan rumah balapan pertama.

Driver asal Inggris-Korea Jack Aitken, yang kewalahan oleh respon yang ia terima dari penggemar di Korea Selatan setelah debutnya pada Formula Satu tahun lalu, berharap dapat memanfaatkan dukungan barunya itu untuk menarik perhatian tim yang ingin memasuki pasar Asia Timur.

“Ada respon yang besar lebih dari yang saya perkirakan yang luar biasa karena biasanya Formula Satu tidak sepopuler itu di Korea,” katanya kepada South China Morning Post yang dikutip Reuters, Minggu. [JON]