Dark/Light Mode

Terima Tinton Soeprapto, Bamsoet Tegaskan IMI Siap Gelar Kejurnas Balap Motor Bebek

Jumat, 22 Januari 2021 21:15 WIB
Ketua MPR/Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (kedua kiri) saat menerima CEO Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto (kedua kanan), di Ruang Kerja Ketua MPR, di Jakarta, Jumat (22/1). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR/Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (kedua kiri) saat menerima CEO Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto (kedua kanan), di Ruang Kerja Ketua MPR, di Jakarta, Jumat (22/1). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo dan Ketua Dewan Pembina IMI DKI Jakarta/Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi sedang mempersiapkan Kejuaraan Nasional Balap Motor Bebek, yang direncanakan akan memperebutkan Piala Presiden. Kick off penyelenggaraan akan dilakukan di Sirkuit Sentul, setelah pelantikan Pengurus IMI 2021-2024 pada Februari 2021.

Bamsoet, sapaan akrab Bambang, menjelaskan, kejuaraan tersebut merupakan upaya IMI untuk turun ke bawah merangkul anak-anak milenial penggemar motor bebek dan jutaan anak muda pecinta balap masyarakat pedesaan. Kejuaran ini sekaligus memfasilitasi anak-anak yang selama ini gemar melakukan balapan liar di jalan raya, untuk unjuk gigi dan nyali di lintasan sirkuit secara resmi. 

Berita Terkait : Isi Kuliah Umum Unpar, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Pancasila Sebagai Dasar Negara

“Dari kejuaraan ini, diharapkan terjaring bibit unggul yang bisa dikembangkan lebih jauh menjadi atlet balap membanggakan Indonesia," ujar Bamsoet, saat menerima CEO Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto, di Ruang Kerja Ketua MPR, di Jakarta, Jumat (22/1).

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, melalui kejuaraan memperebutkan Piala Presiden tersebut, IMI sekaligus mendukung Sirkuit Internasional Sentul menjadi Pusat Olahraga Otomotif Indonesia. Karenanya, IMI juga mendorong pengembangan Sirkuit Internasional Sentul bersama-sama IMI untuk melakukan renovasi total terhadap berbagai sarana dan prasarana. Sehingga bisa turut menyelenggarakan ajang bergengsi seperti Formula 1 (F1) dan MotoGP serta menjadi destinasi baru sports automotive tourism di Indonesia.

Berita Terkait : Bamsoet-Gerak BS Kirim Bantuan Untuk Korban Bencana Di Kalsel Dan Sulbar

"Sebagai negara besar dengan market pasar mencapai 270 juta lebih penduduk, Indonesia sangat pantas memiliki setidaknya dua sirkuit F1. Satu dengan mengembangkan Sirkuit Internasional Sentul, satu lagi di Bali bekerjasama dengan pemerintah daerah Provinsi Bali," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, berbagai negara di Asia Tenggara saja sudah memiliki sirkuit berkelas internasional, dengan sertifikat tertinggi dari Fédération Internationale de l'Automobile/FIA (Grade 1) dan Fédération Internationale de Motocyclisme/FIM (Grade A), yang bisa digunakan menyelenggarakan F1 ataupun MotoGP.

Berita Terkait : Disalurkan Melalui IMI, Bamsoet Sumbang Korban Banjir Kalsel

"Antara lain Thailand dengan Buriram United International Circuit (BRIC), Malaysia dengan Sirkuit Internasional Sepang, ataupun Singapura dengan Sirkuit Marina Bay Street. Sementara Indonesia masih tertinggal. Karenanya kita harus kejar ketertinggalan tersebut dan harus menjadi kiblat otomotif dunia, karena Indonesia selama ini merupakan pasar otomotif terbesar di dunia," pungkas Bamsoet. [USU]