Dark/Light Mode

Jelang Piala Sudirman Dan Thomas-Uber, PBSI Gembleng Mental Jojo Cs

Rabu, 15 September 2021 20:06 WIB
Pebulutangkis tunggal Indonesia, Jonatan Christie. (Foto : NOC Indonesia)
Pebulutangkis tunggal Indonesia, Jonatan Christie. (Foto : NOC Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PBSI terus menggembleng skuad Merah Putih menghadapi kejuaraan beregu perebutan Piala Sudirman di Finlandia, 26 September-3 Oktober dan Thomas-Uber di Denmark, 9-17 Oktober. Selain teknik dan fisik semata, Jonatan Christie dkk. juga digembleng sisi nonteknis.

Salah satu persiapan nonteknis adalah dengan menggelar diskusi antara pemain, pelatih, dan tim pendukung bersama dengan tim medis, ahli gizi, dan psikolog.  Acara dengan menerapkan protokol kesehatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna, Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (15/9) sore.

Acara pembekalan kepada atlet dan pelatih Tim Piala Sudirman, Thomas dan Uber ini diinisiasi Kasubid Pengembangan Sport Science PP PBSI, Iwan Hermawan. Kegiatan ini dimaksudkan agar persiapan Hendra Setiawan dkk., menuju perebutan ketiga ajang beregu ini benar-benar lebih siap.

Berita Terkait : Simulasi Beregu PBSI, Jonatan Dan Putri Menangkan Tim Harimau Atas Banteng

"Lewat kegiatan ini, persiapan tim Piala Sudirman, Thomas dan Uber diharapkan jauh lebih mantap. Seluruh bidang, mulai dari tim medis, dokter gizi hingga psikolog akan mendukung agar pemain bisa berjuang maksimal dan memberikan yang terbaik," harap Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta saat membuka kegiatan.

Menurut dr. Nicolaas, pencegahan dan penanganan cedera olahraga atlet Pelatnas PP PBSI. Sebab dengan mengusung target besar untuk bisa juara, selama persiapan atlet-atlet Tim Merah-Putih, jangan sampai cedera. Pelatihan yang dijalani atlet harus disusun dan direncanakan dengan baik oleh para pelatih.

"Ini yang harus dijaga. Di sini komunikasi atlet dan pelatih perlu terbuka. Kalau ada yang cedera, tolong segera disampaikan agar lebih cepat ditangani. Tentu kita tidak ingin karena dibebani target juara, atletnya malah cedera. Jadi selama persiapan harus dijaga betul jangan sampai atlet cedera," tutur Nicolaas.

Berita Terkait : Jelang Piala Sudirman, PBSI Gelar Simulasi Beregu

Sementara dr. Ventinly dan dr. Paulina memberikan pengarahan seputar gizi olahraga dan pengaturan suplemen bagi atlet. Bagaimana pentingnya mempersiapkan nutrisi kepada pemain selama persiapan, saat bertanding, dan setelah pertandingan usai.

"Menyangkut asupan nutrisi, para pemain harus memperhatikan sejak awal ketika masih berlatih di Pelatnas Cipayung. Selain itu, asupan nutrisi juga harus seimbang sesuai kebutuhan masing-masing atlet," tutur dr. Ventinly.

Sedangkan tim psikolog memaparkan soal aspek psikologis dalam menghadapi pertandingan atau kejuaraan di Piala Sudirman, Thomas dan Uber. Karena ketiga ajang ini merupakan kejuaraan beregu, maka semua pemain dalam tim harus memiliki visi dan misi yang sama untuk memboyong piala bergengsi tersebut ke Tanah Air.

Baca Juga : Pelabelan Galon BPA Dikhawatirkan Ganggu Investasi Dan Psikologis Konsumen

"Agar menang di tiga kejuaraan tersebut harus dicapai secara kelompok. Ketika sebuah kemenangan diraih, itu berarti merupakan kemenangan bersama. Sebaliknya ketika kalah itu juga merupakan kekalahan bersama. Karena itu, kita harus memiliki visi dan misi yang sama untuk merebut piala tersebut," ujar Endro.[IPL]