Dark/Light Mode

Aine Coutino, Sahabat Philippe Kala Suka Dan Duka

Senin, 27 September 2021 05:38 WIB
Aine Countinho dan Philippe. (Foto : Istimewa)
Aine Countinho dan Philippe. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Karier Philippe Coutinho sebagai pesepak bola papan atas dunia tengah menurun seiring kepindahannya ke Barcelona. Namun dukungan sang istri tetap membara.

Nyaris tak lagi menjadi tajuk utama di setiap pemberitaan, nasib Philippe Coutinho di Barcelona memang terbilang tragis.

Baca Juga : Keren, Sis Apik Wijayanto Lulus Doktor Dengan Predikat Cum Laude

Di datangkan dari Liverpool berstatus pemain bintang, Philippe Coutinho digadang-gadang menjadi bintang baru di Barcelona. Akan tetapi, kenyataan justru berbanding terbalik setelah Coutinho jarang mendapat kesempatan bermain dan sempat dipinjamkan ke klub lain.

Namun bukan hal itu yang bakal dibahas kali ini, adalah Aine Coutinho yang merupakan sosok istri setia yang menemani sang pemain dalam suka maupun duka. Sama-sama dari Brazil, hubungan mereka dimulai dari pertemuan tak disengaja saat menghadiri sebuah pesta yang digelar teman mereka.

Baca Juga : Negara-negara Asia Tenggara Sepakat Majukan Literasi Dan Promosi Bahasa

Pada 2008 Coutinho dibeli Inter Milan dari dari Vasco da Gama dan mulai efektif bermain pada Juni 2010 dan sempat dipinjamkan ke Es panyol. Selama masa peminjaman itu Aine yang sebelumnya menemani Coutinho di Italia terpaksa pulang kampung bersama orang tua nya. Coutinho dan Aine kembali bertemu pada 2013, tepat setelah sang pemain bergabung dengan Liverpool, keduanya pun menjalani kehidupan bersama di Inggris.

Pertama kali berkenalan dengan Coutinho saat usianya masih 14 tahun, hubungan keduanya pun berkem bang sejak saat itu. Tak seperti kebanyakan perempuan, Aine yang merupakan lulusan Ekonomi Universitas Sao Paulo menanyakan lebih dulu kepada Cou tinho apakah ia mau menjadi kekasihnya.

Baca Juga : Konveksi Tas Bandung, CV Oscas Tawarkan Banyak Kelebihan

“Aine memiliki peran yang sangat besar dalam apa pun yang saya lakukan. Kami tidak berlajar bersama, kami juga hampir tidak punya teman yang sama,” ucap Coutinho. [JON]