Dewan Pers

Dark/Light Mode

PON XX Papua

Ini Curhat Peraih Emas Renang 5 KM, Untuk DKI Jakarta

Senin, 4 Oktober 2021 21:40 WIB
Ernest Fabian Wijaya. (kiri). (Foto: Istimewa)
Ernest Fabian Wijaya. (kiri). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Deburan ombak di Pantai Teluk Yos Sudarso, menghadirkan 1001 cerita manis bagaimana perjuangan perenang DKI Jakarta, Ernest Fabian Wijaya meraih medali emas PON XX Papua cabang renang perairan terbuka nomor 5 Kilometer (KM)

Ernest bersama kontingen DKI Jakarta sudah melakukan persiapan di Hotel sejak, Senin (4/10)  pagi. Entah kebetuan atau tidak, saat lomba ternyata Ernest mendapatkan nomor 7, nomor yang jadi favoritnya. Ini menambah percaya diri Ernest untuk bisa menaklukan laut Papua.

Berita Terkait : Ini Curhat Peraih Perak Sepatu Roda, Untuk Papua Barat

Sejak start di Teluk Yos SUdarso ada dua perenang yang selalu menempelnya yakni Nanda Wahyu Jendro (Jatim) dan Rashief Amila Yaqien (Jabar). Ketiganya selalu berdekatan, saling intip kekuatan untuk bisa meleseat jadi yang pertama.

"Sebenarnya strategi kita maunya langsung memimpin, namun tadi di belokan pertama Ernest berada di sisi kanan sedangkan belok ke kiri. Jadinya masuk rombongan," ucap Pelatih DKI, Nurul, Senin (4/10).

Berita Terkait : Menpora Pantau Penerapan Prokes Sepakbola Wanita Di Merauke

Ernest, Nanda dan Rashief terus bersama hingga 3 KM dan saat 500 meter terakhir, Ernest bisa melepaskan diri untuk menyentuh finish pertama dengan catatan waktu 01 jam 03 menit 48 detik yang berhak atas medali emas. Perebutan medali perak cukup sengit, karena keduanya finish hampir bersamaan.

Hingga akhirnya medali perak diraih perenang Jawa Timur Nanda Wahyu Jendro dengan catatan 01.03.54 detik dan medali perunggu perenang Jawa Barat Rashief Amila Yaqien dengan catatan 01.03.55 detik.

Berita Terkait : Polo Air Putra, Jabar Raih Emas Usai Taklukan DKI Jakarta

"Lucky seven. Ini PON pertama saya dan alam Papua sangat bersahabat sejak menginjakan kaki disini. Sama sekali tidak mengalami kendala di Bumi Papua," ujar Ernest pada RM.id, Senin (4/10).

 "Saya itu khawatir sekaligus deg-degan juga karena di kolam dan laut itu beda airnya serta alamnya. Apalagi Ernest terus ditempel dari Jatim dan Jabar," ujar Pria kelahiran 22 Juli 2003 ini.
 Selanjutnya