Dark/Light Mode

HMS SPEY, Kapal Perang Ramah Lingkungan Inggris Nyandar di Jakarta Selama 7 Hari

Rabu, 15 Januari 2025 19:27 WIB

Kapal Angkatan Laut (AL) Kerajaan Inggris, His Majesty’s Ship (HMS) SPEY berkunjung ke Indonesia selama 7 hari. Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/1/2025).

HMS SPEY adalah sebuah kapal patroli lepas pantai. Kapal ini disebut-sebut sebagai kapal paling ramah lingkungan di Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Hal tersebut berkat konverter katalitik yang dipasang pada corong pembuangan untuk mengurangi emisi karbondioksida (CO2). 

"Kami menjalin kerja sama yang erat dengan negara-negara di kawasan. Termasuk soal mitigasi perubahan iklim," kata Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey kepada wartawan. 

HMS Spey membawa 71 awak kapal. Kapal ini akan berlabuh di Indonesia mulai dari tanggal 15 Januari hingga 21 Januari 2025. Kehadiran HMS SPEY untuk memperkuat hubungan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) AL dalam kerja sama militer. 

Dubes Jermey mengatakan, Inggris berkomitmen untuk memperkuat hubungan diplomatik, ekonomi dan keamanan dengan Indonesia. Hubungan tersebut diperdalam saat Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di London, Inggris pada November 2024. 

"Kedua pemimpin sepakat meningkatkan hubungan yang berlandaskan prinsip-prinsip kerja sama yang saling menghornati," ujarnya.  

Awak kapal HMS SPEY juga melakukan kegiatan pertukaran budaya dengan para mitra di Indonesia. Sebanyak 10 perwira angkatan laut Inggris yang ikut dalam kapal menunjukkan kebolehannya menari 'Tarian Ondel-ondel Jakarta'. Mereka berkolaborasi dengan 10 perwira TNI AL menarikan tarian khas Jakarta itu. 

Komandan HMS SPEY Paul Caddy mengapresiasi penyambutan yang ramah dari TNI AL.  Ia berujar, kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Angkatan Laut Inggris untuk membangun kemitraan dengan mitra-mitra di Indonesia.

"Kunjungan ini menegaskan komitmen berkelanjutan Inggris untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan indo pasifik," pungkasnya.

 

Videografer: Khairizal Anwar & Larasati Dyah Utami

Editor: Hendrawan Kosim Wijaya