Dark/Light Mode

Rektor Universitas Al-Azhar Kairo Kunjungi Pesantren Darunnajah, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Islam

Jumat, 21 Februari 2025 23:01 WIB

Pesantren Darunnajah menjadi tuan rumah kunjungan bersejarah Rektor Universitas Al-Azhar Mesir Prof. Salamah Daud dalam Seminar Internasional bertema "Peran Wasathiyyah dalam Membangun Perdamaian Global dan Menangkal Islamofobia" pada Jumat (21/2/2025).

Ribuan santri dan kyai dari berbagai pesantren se-Indonesia turut hadir dalam acara ini, menegaskan pentingnya hubungan antara pendidikan Islam Indonesia dan Mesir yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Kunjungan ini menjadi momen reflektif tentang peran lembaga pendidikan Islam, khususnya Pesantren Darunnajah, dalam membangun harmoni global melalui pendekatan moderasi Islam (wasathiyyah) di tengah berbagai tantangan dunia.

Pimpinan Pesantren Darunnajah, KH Sofwan Manaf menegaskan bahwa Darunnajah telah berkembang menjadi jaringan pesantren dengan 22 cabang di berbagai daerah di Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa banyak alumni Darunnajah telah melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, dan kembali dengan semangat dakwah tinggi.

"Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan kebijaksanaan Al-Azhar dengan realitas masyarakat Indonesia," ujar Kiai Sofwan.

Sementara itu, Prof Salamah Daud menekankan bahwa kunjungan ini merupakan kelanjutan dari tradisi silaturahmi antara Al-Azhar dan Darunnajah. Ia juga mengingatkan bahwa tokoh-tokoh penting Al-Azhar, seperti Grand Syekh Dr. Sayyid Thontowi dan Grand Syekh Dr. Ahmad At-Toyyib, pernah berkunjung dan memberikan pesan-pesan berharga bagi para santri.

"Para santri Darunnajah memiliki kedekatan yang kuat di hati para Azhariyyun (Pelajar Al-Azhar)," tegas Rektor Al-Azhar.

Sebagai wujud nyata kerja sama ini, Al-Azhar menawarkan beasiswa bagi santri Darunnajah untuk melanjutkan studi di Mesir.

"Kami dengan penuh harapan sangat menantikan dan menyambut kedatangan para santri yang akan menuntut ilmu di Mesir," ujar Prof Salamah.

Seminar internasional ini menjadi momentum penting dalam menyebarkan nilai-nilai Islam moderat di tengah meningkatnya Islamofobia global. Pendekatan wasathiyyah, yang menjadi tema utama seminar, diharapkan mampu menjembatani kesenjangan pemahaman tentang Islam di kancah internasional.

Kunjungan ini juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara lembaga pendidikan Islam Indonesia dan jaringan akademik global. Pesantren Darunnajah, dengan filosofi pendidikan yang menggabungkan kearifan tradisional dan modernitas, menjadi model ideal dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam di era kontemporer.

 

Video: Darunnajah TV

Editor: Hendrawan KW