Dark/Light Mode

Fadli Zon Lantik Ilmuwan Sosial HIPIIS: Ilmuwan Sosial Harus Berkontribusi Nyata untuk Kemajuan Bangsa

Sabtu, 10 Mei 2025 15:24 WIB

Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Umum Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS), Fadli Zon, secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus HIPIIS periode 2024–2028 di Jakarta.

Acara pelantikan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Prof. Dr. Taufik Abdullah, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S., Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum., CLA, Prof. Dr. R. Siti Zuhro, dan Fachry Ali, serta para pengurus HIPIIS lainnya.

Sebagai organisasi yang telah berdiri sejak 1974, HIPIIS telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu-ilmu sosial di Indonesia. HIPIIS aktif menggelar berbagai kegiatan seperti kongres ilmuwan, seminar nasional, penyusunan policy paper, dan pemberian penghargaan kepada ilmuwan sosial.

“Saya mengapresiasi semangat para penggagas dan pengurus HIPIIS yang telah mendedikasikan waktu dan pemikirannya untuk membangun forum ini. Semoga HIPIIS tak hanya menjadi himpunan akademik, tetapi juga rumah bersama bagi para pemikir dan praktisi yang peduli terhadap masa depan masyarakat Indonesia. Era kini semakin kompleks dan dinamis. Perlu positioning dan intervensi kebijakan yang tepat,” ujar Fadli Zon, Sabtu (10/5/2025). 

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa pengukuhan pengurus HIPIIS bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting untuk memperkuat kontribusi ilmu sosial dalam pembangunan nasional. Ia menyebut peran ilmu sosial sangat krusial dalam membaca realitas, memberikan makna, dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, budaya, dan politik.

HIPIIS diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin, generasi, dan sektor dalam memperkaya kajian akademik, memperluas jaringan, serta mendorong pemanfaatan ilmu sosial dalam kebijakan publik yang berkeadilan. Para peneliti sosial dinilai sebagai fondasi penting dalam membentuk kebijakan publik yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

“HIPIIS harus mampu menggali akar masalah di balik isu-isu seperti kemiskinan, ketimpangan, konflik sosial, intoleransi, serta perubahan budaya yang tak selalu terlihat oleh pendekatan statistik atau ekonomi semata,” lanjut Fadli.

Ia menutup sambutannya dengan harapan agar HIPIIS dapat terus menciptakan ruang publik yang membuka dialog, kolaborasi, dan pembelajaran. “Harapannya, setiap warga negara dapat merasa terlibat dan memiliki hak yang sama dalam menentukan arah bangsa, tanpa memandang latar belakang atau afiliasi politik,” tutup Fadli Zon.

 

Videografer & Editor:

Hendrawan K Wijaya