Dark/Light Mode

Menuju FOLU Net Sink 2030, Indonesia Usung Strategi Net Zero Deforestasi

Sabtu, 17 Mei 2025 00:55 WIB

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa Indonesia menargetkan tercapainya Forest and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030 melalui pendekatan net zero deforestation, yakni menyeimbangkan kehilangan tutupan hutan dengan upaya rehabilitasi secara masif.

Dalam Journalist Workshop on Indonesia FOLU Net Sink 2030 yang digelar di Jakarta, Jumat, Penasihat Senior Tim Kerja FOLU Net Sink 2030 Kemenhut, Ruandha Sugardiman, menjelaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen melakukan pembangunan. Oleh karena itu, target zero deforestation secara absolut dinilai tidak realistis.

“Yang kita tawarkan ke dunia adalah net zero deforestation,” ujarnya.

Ruandha menekankan bahwa Indonesia tidak bisa sepenuhnya menghindari kehilangan tutupan hutan, namun hal tersebut akan diimbangi dengan rehabilitasi dan penanaman kembali di area yang lebih luas. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC), yang bertujuan menurunkan emisi dan meningkatkan kapasitas serapan karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Dengan strategi ini, Indonesia berharap dapat mencapai kondisi FOLU Net Sink 2030, yaitu saat tingkat serapan karbon sektor kehutanan dan lahan setara atau melebihi emisi yang dihasilkan.

Pendekatan ini juga menjadi batu loncatan menuju target yang lebih besar: Net Zero Emission pada 2060, di mana total emisi nasional di berbagai sektor akan seimbang atau lebih kecil dibandingkan emisi yang diserap.

“Dengan strategi ini, pembangunan ekonomi tetap berjalan, namun lingkungan juga tetap terjaga,” kata Ruandha.

Data Kemenhut mencatat, pada 2024 luas lahan berhutan di Indonesia mencapai 95,5 juta hektare atau sekitar 51,1 persen dari total daratan nasional. Dari jumlah tersebut, sekitar 91,9 persen berada di dalam kawasan hutan.

Adapun angka deforestasi netto Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 175,4 ribu hektare. Angka tersebut merupakan hasil dari deforestasi bruto sebesar 216,2 ribu hektare yang dikurangi oleh reforestasi seluas 40,8 ribu hektare.

 

Videografer & Editor:

Hendrawan K Wijaya