BREAKING NEWS
 

Dewan Pakar Rekomendasikan Partai Golkar Bikin Koalisi Baru

Ujang Komaruddin: Sebaiknya Fokus, Jangan Melebar Ke Mana-mana

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DAUD FADILLAH
Kamis, 13 Juli 2023 07:30 WIB
Ujang Komaruddin, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review

 Sebelumnya 
Kenapa?

Karena, kalau tidak melakukan pergerakan untuk membuat poros baru, Golkar hanya akan menjadi pengikut (follower). Misalkan, Golkar masuk ke poros PDIP, akan menjadi pengi­kut. Jika masuk ke koalisi pendukung Prabowo, juga akan menjadi pengikut.

Apa masalahnya jika Golkar jadi pengikut?

Golkar adalah partai besar, berpengalaman, harus menjaga ruh dan marwahnya. Caranya, dengan mengusung Calon Presiden.

Baca juga : Firman Soebagyo: Janganlah Menari Di Genderang Orang Lain

Tapi kan, tidak mudah bagi Golkar untuk mengusung Ketua Umumnya sebagai Capres. Gimana tuh?

Memang, mengusung Capres itu tidak sesederhana yang kita bayang­kan. Harus ada partai lain yang mau berkoalisi dengan Golkar. Karena, Golkar tidak memenuhi syarat untuk mengusung Capres sendirian.

Pada saat yang sama, elektabilitas Ketum Golkar harus tinggi. Karena, semua koalisi dibentuk untuk menang.

Saat ini, bagaimana elektabilitas Ketum Golkar?

Baca juga : Eksekutif Keuangan Dan Jurnalis Gelar Ketoprak Lakon Ratu Kalinyamat

Walaupun elektabilitas Airlangga belum cukup, tapi menjaga marwah partai itu penting. Kalau ketumnya jadi Capres, maka para kader akan bergerak sepenuhnya.

Tapi, situasinya sulit ya?

Memang, rekomendasi Dewan Pakar Golkar ini dilematis. Golkar harus bisa mencari solusinya. Apalagi, partai-partai lain sudah bergerak. Golkar harus punya gerakan-gerakan progresif agar tidak ketinggalan.

Saran Anda?

Baca juga : Ujang Komarudin: Khofifah Pilihan Pas Dari Eksternal Koalisi

Rekomendasi ini perlu diperha­tikan supaya, para kader semangat, solid. Jangan sampai ribut menjelang Pemilu. [REN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense