Sebelumnya
Bagaimana penilaian Anda tentang evaluasi selama ini?
Hanya formalitas, tidak ada perbaikan atau tindak lanjut yang signifikan selama ini.
Apakah sistem zonasi tidak memberikan kontribusi positif bagi sistem pendidikan Indonesia?
Tujuan utama PPDB ini baik, untuk menciptakan keadilan dalam pendidikan, agar anak bersekolah dekat rumahnya. Sehingga, relatif tidak berbiaya dari segi transportasi dan aman dalam jangkauan rumah. Selain itu, sistem ini memprioritaskan anak dari keluarga miskin atau ekonomi lemah untuk bersekolah. Yakni, melalui jalur zonasi dan jalur afirmasi.
Baca juga : Menteri Basuki: Jalan Tol Trans Sumatera Akan Jadi Pusat Ekonomi Baru
Apa saran Anda?
P2G mendorong PPDB saat ini dievaluasi total. Jadi, bukan menghapus PPDB zonasi dan afirmasi. Jika dihapus, anak-anak dari keluarga miskin yang tak tertampung di sekolah negeri, terpaksa bersekolah di swasta dengan biaya mahal.
Padahal, sudah menjadi kewajiban negara sesuai perintah Pasal 31 Undang-Undang Dasar, untuk membiayai pendidikan.
Apa penyebab berbagai masalah saat ini?
Baca juga : Praktik Pungli Di Rutan KPK Sudah Lama Terjadi, Tapi Baru Diungkap Sekarang
Salah satu pokok pangkal masalah PPDB, adalah ketidakmerataan sebaransekolah negeri di seluruh wilayah Indonesia. Ini persoalan hulunya. Pemerintah mestinya menuntaskan ini dulu.
Solusinya?
Bangun sekolah dengan basis analisis data demografis. Sehingga, tak ada sekolah negeri yang tidak mampu menyerap semua calon siswa, karena keterbatasan ruang kelas.
Ini salah satu faktor penyebab orangtua melakukan migrasi Kartu Keluarga (KK), bahkan memanipulasi KK. Perhatian orangtua terkonsentrasi ke satu sekolah yang dianggap unggulan atau favorit. Ini lebih karena faktor gagalnya Pemerintah menciptakan distribusi sekolah.
Baca juga : Satriwan Salim: Selisih Upah Utang Yang Harus Dilunasi
Bukankah sistem zonasi dikeluhkan banyak orang?
Iya, tapi kalau Pemerintah langsung menghapus PPDB, ini akan berpotensi melahirkan ketidakadilan baru dalam pendidikan dan terkesan ini adalah rencana yang reaktif. NNM
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.