BREAKING NEWS
 

Tak Tampilkan Persentase Suara, Sirekap Pilkada Serentak Dikritisi

Fahmi Zikrillah: Yang Kami Lakukan, Manual Dan Berjenjang

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 2 Desember 2024 07:50 WIB
Fahmi Zikrillah, Komisioner KPUD Jakarta. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Kenapa saat ini grafik perolehan suara pasangan calon di Sirekap tidak terlihat?

Sirekap ini menjadi alat bantu, maka persentase atau tabulasi, dilakukan secara resmi, manual.

Misalnya masyarakat, komunitas maupun pasangan calon mau melakukan tabulasi per TPS, itu bisa dilakukan untuk mengetahui persentasenya.

Bukankah saat Pilpres dan Pileg ada persentasenya?

Baca juga : Haykal: Waktu Pilpres, Ada Tabulasi Yang Keliru

Salah satu evaluasi saat Pileg dan Pilpres 2024, banyak ketidaksesuaian antara foto dan angka. Itu menjadi evaluasi.

Apa sudah ada perbaikan?

Alhamdulillah, banyak sekali perbaikan-perbaikan yang dilakukan KPU melalui Pusdatin, jadi Sirekap betul-betul valid, tingkat akurasinya jauh lebih baik daripada Pemilu kemarin. Ini juga bagian dari menjaga integritas.

Sekali lagi kami tegaskan, Sirekap hanya alat bantu. Yang ditetapkan nanti adalah rekapitulasi yang dilakukan secara manual dan berjenjang.

Baca juga : Menhub Pastikan Nataru Lancar

Apakah masyarakat boleh memantau rekapitulasi di kecamatan?

Boleh, sangat terbuka. Rekapitulasi di tingkat kecamatan, kota dilakukan secara terbuka, masyarakat bisa melihat secara langsung. Bisa dilihat saksi-saksi dan diawasi pengawas kecamatan maupun Bawaslu kabupaten/kota. Jadi, apa yang kami lakukan benar-benar transparan dan tidak ada manipulasi.

Bagaimana pengawasan terhadap penghitungan dan rekapitulasi secara manual dan berjenjang?

Justru dengan adanya Sirekap, masyarakat bisa mengawasi langsung. Apakah ada perubahan hasil di setiap TPS. Saksi bisa menjadikan Sirekap itu sebagai alat bantu, menjadi pembanding antara yang direkap secara manual dan yang dilakukan pada Sirekap itu. Kalau tidak sinkron, maka akan ada koreksi saat rekapitulasi di kecamatan kenapa itu tidak sesuai.

Baca juga : NasDem Bikin Jadwal Piket

Lembaga survei menyatakan, hasil hitung cepat tidak akan jauh dari hasil rekapitulasi. Ada tanggapan?

Hasil resminya tetap dari KPU. Yakni, yang kami lakukan secara manual dan berjenjang. Bahwa kemudian lembaga survei mengeluarkan hitung cepat, tentu kami menghargai, tetapi hasil resmi tetap dari KPU. Mungkin bisa sama, mungkin bisa tidak sama.

Kami terus memantau dan menyampaikan kepada jajaran di tingkat ad hoc, baik PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) maupun PPS (Panitia Pemungutan Suara) untuk betul-betul menjaga integritas, tidak ada permainan, tidak ada kecurangan saat rekapitulasi di kecamatan maupun kabupaten/kota. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 2 Desember 2024 dengan judul "Tak Tampilkan Persentase Suara, Sirekap Pilkada Serentak Dikritisi, Fahmi Zikrillah: Yang Kami Lakukan, Manual Dan Berjenjang"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense