Sebelumnya
Bagaimana tanggapan P2G terhadap wacana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang ingin memulai jam masuk sekolah pukul 06.30 pagi?
Kami dari P2G secara tegas menolak wacana tersebut. Kebijakan ini justru kontraproduktif terhadap upaya membangun kualitas hidup dan tumbuh kembang anak. Banyak riset menunjukkan dampak negatif dari kurang tidur, seperti anak sulit konsentrasi, menurunnya daya ingat, gangguan metabolisme, hingga penurunan prestasi akademik.
Apakah kebijakan ini sejalan dengan praktik pendidikan di negara lain?
Baca juga : Cecep Darmawan: Positif Untuk Optimalkan Kemampuan Anak-anak
Tidak. Masuk sekolah pukul 06.00 pagi ini sangat tidak lazim secara internasional. Negara-negara seperti Malaysia, Tiongkok, dan Amerika Serikat rata-rata mulai sekolah pukul 07.30, sementara India, Inggris, Rusia, dan Kanada pukul 08.00. Bahkan Singapura dan Jepang mulai pukul 08.30. Semuanya juga menerapkan skema lima hari sekolah, Senin sampai Jumat. Artinya, negara maju justru memulai lebih siang.
Bagaimana dengan pengalaman daerah lain di Indonesia?
Pada tahun 2023, Nusa Tenggara Timur (NTT) pernah mencoba kebijakan serupa, masuk pukul 05.00 pagi. Tapi setelah uji coba dan evaluasi, akhirnya dikembalikan ke jam 07.00. Itu setelah mendengarkan banyak masukan dan melakukan evaluasi menyeluruh.
Baca juga : Menhub Ajak Masyarakat Jalan-jalan Di Dalam Negeri
Apa saja kendala yang mungkin muncul jika jam masuk sekolah dipercepat?
Banyak. Akses ke sekolah seringkali jauh, kendaraan umum belum tersedia di pagi buta, dan ada risiko keamanan karena jalan masih sepi dan gelap. Guru dan orang tua pun terbebani karena harus menyiapkan sarapan lebih awal. Apalagi untuk keluarga dengan banyak anak, tentu lebih merepotkan.
Tujuan kebijakan ini agar anak tidak malas dan lebih semangat belajar. Bagaimana tanggapan P2G?
Baca juga : Beringin Berharap, Terjalin Silaturahmi Pemimpin Bangsa
Tujuan itu tidak memiliki korelasi langsung dengan mempercepat jam masuk sekolah. Semangat belajar anak tidak hanya ditentukan oleh waktu, tetapi oleh kualitas pembelajaran itu sendiri, bagaimana guru membangun ruang belajar yang dialogis, nyaman, sehat, dan berpusat pada peserta didik. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 5 Juni 2025 dengan judul "Aturan Masuk Sekolah Lebih Pagi, Pro Kontra Keputusan Gubernur Jabar, Satriwan Salim: Kebijakan Ini Lebih Banyak Negatifnya"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.