Sebelumnya
Apa tanggapan Anda terkait hasil TKA 2025 yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan hasilnya kurang memuaskan?
Menurut saya, hasil TKA 2025 tidak boleh dipandang sekadar sebagai angka statistik, melainkan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran nasional.
Bahkan, hasil TKA 2025 ini harus menjadi alarm sekaligus bahan evaluasi total bagi dunia pendidikan kita.
Baca juga : Kemendikdasmen Diminta Evaluasi Lagi Proses Belajar
Khususnya bagi pelajaran yang dianggap masih kurang memuaskan, ya?
Terutama terhadap tiga mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Ke depan apa yang musti dilakukan Kemendikdasmen?
Baca juga : BLT Minimal Rp 8 Juta Buat Korban Bencana Sumatera
Kami menekankan bahwa evaluasi tersebut harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh, baik dari sisi tenaga pendidik maupun peserta didik.
Jika kesalahan atau kelemahan ada pada guru, maka peningkatan kualitas guru harus benar-benar ditingkatkan. Sebaliknya, jika kekurangan ada pada siswa, maka peningkatan kualitas dan pendampingan terhadap siswa juga harus digalakkan.
Apakah hasil TKA ini harus menjadi fokus dari Pemerintah?
Baca juga : Lokasi Huntap Harus Aman, Tidak Banjir Dan Jelas Hukum
Kami di Komisi X DPR RI mendorong Kemendikdasmen untuk menggunakan hasil TKA sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan ke depan, termasuk dalam peningkatan kualitas kurikulum, metode pembelajaran, serta sistem pelatihan guru.
Intinya, hasil TKA ini jangan berhenti sebagai laporan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar kualitas pendidikan nasional benar-benar meningkat di masa mendatang. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 26 Desember 2025 dengan judul "Nilai Rata-rata TKA Tingkat SMA/SMK Jeblok, Apa Yang Salah Dengan Pendidikan Kita? Lalu Hadrian Irfani: Harus Jadi Catatan Dan Bahan Evaluasi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.