Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat persoalan sampah di DKI Jakarta usai terjadi insiden di TPST Bantargebang pada awal Maret 2026?
Saya memandang bahwa insiden longsor di TPST Bantargebang pada awal Maret 2026 harus dilihat bukan sekadar sebagai bencana teknis. Melainkan sebagai alarm keras atas kegagalan sistemik pengelolaan sampah di DKI Jakarta. Peristiwa tersebut tidak bisa dilihat semata sebagai kecelakaan teknis, melainkan mencerminkan persoalan struktural yang sudah lama terjadi.
Persoalan apa yang Anda maksud?
Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap TPST Bantargebang sebagai satu-satunya titik pembuangan akhir. Ketika terjadi gangguan di sana, dampaknya langsung terasa di seluruh Jakarta, mulai dari keterlambatan pengangkutan hingga penumpukan sampah di TPS dan lingkungan warga.
Baca juga : Rani Mauliani: Percepat Pengelolaan Sampah Secara Modern
Menurut Anda, apa penyebab masalah sampah di Jakarta belum bisa terselesaikan?
Pertama, kegagalan pendekatan yang terlalu berorientasi hilir. Kedua, lemahnya mitigasi dan manajemen risiko yang tersistematis. Dan ketiga, belum kuatnya ketahanan sistem persampahan kota. Kami di DPRD memandang bahwa kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi total.
Di beberapa lokasi terjadi penumpukan sampah di TPS-TPS, seperti di Pasar Induk Kramat Jati hingga beberapa meter. Apakah masalah ini sudah dibahas DPRD?
Ini memang sudah menjadi pembahasan di level eksekutif-DPRD. Saya tegaskan bahwa penumpukan sampah di TPS, termasuk yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati dan di lingkungan permukiman, sudah menjadi pembahasan serius dan perhatian kami di DPRD. Kondisi ini kami lihat sebagai dampak langsung dari terganggunya sistem di hilir, khususnya pasca insiden di TPST Bantargebang.
Baca juga : Legislator Usul Pemerintah Lakukan Intervensi Pasar
Tentu masalah ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Kami akan terus mendorong percepatan penanganan di lapangan sekaligus memastikan ada perbaikan sistemik, agar ke depan ketika terjadi gangguan, pelayanan kepada masyarakat tidak ikut lumpuh.
Menurut Anda, apa solusi terkait permasalahan sampah di DKI saat ini?
Sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta, saya memandang bahwa solusi permasalahan sampah saat ini harus dilakukan secara komprehensif dan tidak lagi parsial. Karena apa yang terjadi pasca insiden di TPST Bantargebang menunjukkan bahwa sistem kita sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja.
Untuk jangka pendek, apa yang dapat dilakukan?
Baca juga : Ujian Berjalan Lancar, Partisipasi Siswa Tinggi
Saya mendorong Pemerintah Daerah untuk memperkuat keberadaan bank sampah di level RT dan membentuk ekosistem ekonomi sirkular pada level RT/RW. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 7 April 2026 dengan judul "Pasca Longsornya TPST Bantargebang, Problem Sampah Di DKI Makin Mengkhawatirkan, Bun Joi Phiau: Alarm Keras Kegagalan Pengelolaan Sampah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.