BREAKING NEWS
 

Literasi Digital di Era Merdeka Belajar

Writer : Nurlaeli
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 30 Maret 2024 10:15 WIB
Ilustrasi literasi digital (Gambar: Kemenkominfo)

Pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, menyadarkan kita bahwa teknologi sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa lepas dari kehidupan. Perkembangan teknologi terjadi sangat cepat dan dinamis. Hal ini lambat laun akan mengubah gaya hidup dan budaya masyarakat. Semua menjadi serba digital. Belanja kini sudah tidak perlu ke pasar, semua hadir di marketplace, di bidang pelayanan beralih daya dari pelayanan langsung menjadi pelayanan jarak jauh, mayoritas bidang pekerjaan saat ini sudah memakai teknologi digitalisasi dan robotisasi.

Hal ini juga menyebabkan pergeseran di dunia pekerjaan. Jika Sumber Daya Manusia (SDM) yang kita miliki tidak dibekali dengan keterampilan dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan ini, maka SDM di Indonesia tidak mampu bersaing di era digital. Era manusia dituntut untuk dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0 seperti Internet on Things (internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Mempersiapkan SDM yang mumpuni di era ini dapat diawali dari dunia pendidikan, dengan salah satunya memberikan keterampilan, pengetahuan, dan pemahaman literasi digital. Literasi digital ini bisa dimulai dari sekolah, dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi.

Baca juga : Andi Gani Dorong Brigade KSPSI Jadi Garda Terdepan Bela Hak Buruh

Literasi digital adalah keterampilan, pengetahuan, serta pemahaman yang memungkinkan praktik kritis, kreatif, dan aman saat dihadapkan dengan teknologi digital pada setiap aspek kehidupan. Dengan kata lain, literasi dalam teknologi digital merupakan kemampuan seseorang dalam memanfaatkan teknologi sebagai alat dalam bekerja dan belajar (Nafi’ah Setiani & Barokah, 2021).

Literasi digital saat ini merupakan keterampilan yang penting bagi peserta didik. Dunia digital memungkinkan setiap orang bisa terhubung, berkolaborasi (Rahmi & Fadhil, 2022), berinovasi, dan menemukan informasi baru yang terus berkembang tanpa batas ruang dan waktu. Di samping itu, di era ini, literasi digital menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari peserta didik dengan keterampilan, pemahaman, dan pengetahuan yang akan membantunya dalam mengambil perananan yang besar dan aktif di kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan intelektual, baik dampaknya dirasakan sekarang atau dimasa yang akan datang.

Menerapkan literasi digital di sekolah dapat berbentuk digitalisasi konten pembelajaran dan digitalisasi sarana. Tentunya, terlebih dahulu guru juga harus dibekali kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan terkait literasi digital ini. Guru didorong untuk mendigitalisasi pembelajaran dan sekolah menyediakan sarana prasarana yang mendukung hal itu. Pembekalan untuk guru dan penyediaan sarana prasarana harus disokong oleh Pemerintah.

Baca juga : Akselerasi Digitalisasi Pasar, Asparindo Gandeng Rhyne Technologies

Kebijakan Merdeka Belajar yang diprakarsai Kemendikbudristek, Nadiem Makarim searah dengan kebutuhan literasi digital di dunia pendidikan. Berbagai kebijakan diluncurkan untuk mendukung hal itu dengan mengembangkan segala hal berbasis digital. Dari awal pandemi hingga saat ini, dalam hal digitalisasi pendidikan, terdapat 79.259 sekolah formal telah menerima bantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tahun 2020-2023 (Belanja Kemendikbudristek dan DAK Fisik), 1.382.512 perangkat TIK telah diberikan untuk mendukung program digitalisasi sekolah (Dikdasmen), serta ada empat Platform Digital: Platform Merdeka Mengajar, Platform Kampus Merdeka, Platform Sumber Daya Sekolah, Platform Profil Rapor Pendidikan dan Manajemen Data serta Infrastruktur.

Untuk Platform Merdeka Mengajar (PMM), sejumlah 3.540.856 log in pada Platform Merdeka Mengajar selama tahun 2023, 225.400 sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka telah menggunakan PMM dengan cukup baik, 2.219.099 PTK yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka telah mengakses PMM, serta 267.024 PTK telah mengunggah 774 ribu lebih Bukti Karya pada PMM.

Dari hasil kinerja ini, Kemendikbudristek memperoleh Indeks Kepuasan Pemangku Kepentingan yang meningkat setiap tahunnya. “Kemendikbudristek tetap berkomitmen dalam meningkatkan kinerja dan dukungan terhadap Prioritas Nasional, yang ditunjukkan dengan capaian pada berbagai Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS). Capaian prioritas dimaksud, yaitu digitalisasi pendidikan, sekolah dan guru penggerak, penerapan Kurikulum Merdeka, program literasi, akreditasi dan asesmen, kebahasaan, dan pemajuan kebudayaan,” jelas Nadiem.

Baca juga : Mendikbudristek: Literasi Digital Kunci Lanjutkan Gerakan Merdeka Belajar

Meski demikian, Kemendikbudristek tidak boleh berpuas diri dengan hasil capaian tersebut. Berbagai upaya harus terus dilakukan, karena di saat ini dunia pendidikan dituntut untuk mampu menghasilkan SDM yang mempunyai empat kemampuan yang dikenal dengan istilah kompetensi abad 21 (Yuni et al., 2016) atau sering dikenal dengan 4C, terdiri dari critical thinking, communication, collaboration, dan creativity.

Dengan kata lain, kompetensi abad 21 dapat disajikan dalam 4 golongan berikut: cara berpikir, meliputi kreativitas dan inovasi; cara untuk bekerja, terdiri dari berkomunikasi dan kerja sama; alat untuk bekerja, mencakup pengetahuan umum, dan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (Sugiman et al., 2022); serta cara untuk hidup yang memuat karier, tanggung jawab pribadi dan sosial, termasuk kesadaran terhadap budaya dan kompetensi (Griffin et al., 2012). Kemampuan ini diharapkan menjadi bekal peserta didik agar mempunyai keterampilan, untuk dapat beradaptasi di era serba digital ini, dalam keadaan apa pun dan kapan pun.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense