Sebelumnya
Kalaupun produsen tersebut memproduksi lagi, sambung dia, harganya akan disesuaikan dengan harga sekarang. Hal ini tak sejalan dengan komitmen Bulog dalam rangka stabilisasi harga untuk operasi pasar.
Buwas berharap, ke depan, ada kebijakan baru yang dapat mengikat para produsen minyak ini turut menyisihkan hasil produksinya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dulu, sebelum diekspor.
“Misalnya ada aturan, sekian persen hasil produksi mereka dialokasikan untuk kebutuhan di dalam negeri,” usulnya.
Baca juga : 4 Pemainnya Dilarang Tampil Oleh Pemerintah Singapura, PSSI Ajukan Banding
Meski demikian, penugasan ini tetap diperlukan koordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto menjelaskan lebih lanjut terkait rencana OP migor yang melibatkan Bulog.
Pada pembahasan awal, kata dia, diusulkan mekanisme pembelian minyak goreng dari produsen dilakukan oleh Bulog. Kemudian, dijual ke pasar dengan harga subsidi.
Baca juga : Presiden PKS Minta Pemerintah Segera Stabilkan Harga Pangan
“Jadi, Bulog diberi penugasan membeli minyak goreng ke produsen. Nanti, dijual ke pasar dengan harga yang ditetapkan Pemerintah,” terangnya.
Terkait harga minyak goreng subsidi, kata Suyamto, akan ditetapkan oleh Kemendag.
Selain itu, adanya selisih harga antara pembelian Bulog dari produsen dan harga jual ke konsumen, bakal dibiayai dengan dana kelolaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Baca juga : KPK Tahan Eks Ketua Tim Pemeriksa Pajak DJP Yang Terima Suap 6,5 Miliar
Adapun, volume minyak goreng yang diusulkan bisa disalurkan dengan harga subsidi mencapai 2,4 juta ton dalam bentuk curah. Namun, dia belum bisa memperkirakan estimasi dana yang diperlukan untuk rencana penyaluran minyak goreng subsidi. Mengingat, harga CPOmasih fluktuatif.
“(Kebutuhan dana) nanti tergantung. Seperti apa harga pasar dan biaya distribusinya. Kami menunggu keputusan Pemerintah. Ini kan sekarang masih proses, baru pembahasan teknis. Semoga, segera ada keputusan,” harapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.