RM.id Rakyat Merdeka - Senjata pamungkas Presiden Jokowi melarang ekspor minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) mulai menunjukkan hasil. Harga minyak goreng alias migor di sejumlah daerah mulai jinak, walaupun turunnya baru sedikit. Barangnya juga tidak lagi langka, baik yang kemasan maupun curah. Alhamdulillah.
Salah satu ritel modern, Alfamart, di Batam, Kepulauan Riau, misalnya, mulai memangkas harga migor berbagai merk hingga Rp 3.500 per kemasan. Seperti merk Sovia kemasan 2 liter, dari sebelumnya dijual Rp 49.500 menjadi Rp 46.000. Sania dari Rp 49.900 menjadi Rp 46.400, dan Fortune Minyak Goreng Pouch dari Rp 49.700 menjadi Rp 46.400.
Di Alfamidi Bekasi, bahkan turun sampai Rp 4 ribu per kemasan. Migor merk Sovia isi 2 liter menjadi Rp 48.400 dari sebelumnya Rp 52.400. Kemudian, merek Fortune turun Rp 3.800 menjadi Rp 48.700 dari sebelumnya Rp 52.500.
Lalu, di Tangerang Selatan, Indomaret juga menurunkan harga migor merek Sania pouch isi 2 liter dari Rp 48.900 menjadi Rp 46.500. Sementara, minyak goreng Sovia pouch dua liter turun menjadi Rp 46.400 dari Rp 48.000. Sementara, merk Bimoli pouch isi 1 liter juga turun tipis di Alfamart kawasan Tangsel. Dari Rp 25.500 menjadi Rp 24.900.
Jika menengok data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS Nasional), Jumat (29/4) pagi, harga minyak goreng kemasan di Pulau Jawa tertinggi adalah di DKI Jakarta yakni Rp 27.000 per liter. Paling murah di DI Yogyakarta Rp 21.750. Sementara, di luar Pulau Jawa, harga minyak goreng tertinggi Rp 28.750 di Sulawesi Tenggara, terendah di Lampung Rp 21.400.
Untuk migor curah, di sebagian besar provinsi di Indonesia masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 14.000 per liter. Namun, harganya kini lebih terkendali. Dalam data PIHPS Nasional, migor curah di bawah HET di dua provinsi, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT) Rp 13.500 per liter dan Bengkulu Rp 13.800 per liter. Namun, penelurusan Rakyat Merdeka di Aceh, harga migor curah sudah turun bahkan di bawah HET yakni menjadi Rp 13.500 per liter dari sebelumnya Rp 14 ribu per liter.
Baca juga : Migor Masih Bikin Kesel Emak-emak
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan, larangan ekspor CPO yang diterapkan sejak Kamis (28/4) ini akan berlaku hingga kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan harga minyak goreh curah mencapai Rp 14 ribu per liter.
"Menindaklanjuti arahan Presiden, kami menegaskan prioritas utama Pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia," ujar Mendag, dalam konferensi pers singkat, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.