Sebelumnya
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 serta situasi geopolitik mengakibatkan disrupsi pada rantai pasok global. Akibatnya, inflasi tinggi, muncul krisis pangan serta krisis energi di dunia.
Selain itu, tekanan inflasi tinggi serta terbatasnya energi dan pangan dunia berdampak pada menurunkan daya beli masyarakat. Kondisi ini juga meningkatkan kerentanan masyarakat, khususnya di negara berkembang yang bisa jatuh ke jurang kemiskinan dan kelaparan.
Bahlil mengatakan, sebagai tuan rumah TIIGW dan rangkaian Presidensi G20, Indonesia meminta para pemimpin global, khususnya G20 bergandeng tangan menyelesaikan permasalahan rantai pasok dunia.
Baca juga : Menkominfo Ajak Jaga Ruang Digital Dari Kejahatan
Ini dilakukan demi mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu mengurangi kemiskinan dan kelaparan. “Singkatnya, G20 harus menjadi payung bersama,” tegas Bahlil.
Mahendra Siregar mengatakan, peningkatan kemiskinan, masalah pangan dan rantai pasok jadi tantangan jangka panjang negara-negara berkembang, termasuk anggota G20.
“Kami berharap perang Rusia dan Ukraina berakhir, sehingga krisis pangan dan energi bisa segera diselesaikan,” harapnya.
Baca juga : Kasian, Puluhan Balita Di Jakpus Kurang Gizi
Mahendra mengatakan, integrasi di tingkat global market, peningkatan produktivitas pangan, serta suplai energi, juga harus segera dilakukan sebagai antisipasi ketidakpastian kondisi global.
Arsjad Rasjid menambahkan, dalam kegiatan ini, pihaknya memiliki beberapa isu yang akan dibahas di persidangan yang akan dilangsungkan dalam dua hari ke depan.
Salah satunya, isu reformasi di Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO). Sebagai badan multilateral, WTO memiliki kekuatan membawa perubahan dan menyelesaikan perselisihan secara global.
Baca juga : Bantu Go Global UMKM, Pertamina Ajak Mitra Binaannya Ke Turki
Namun, ada sejumlah masalah yang perlu diangkat, seperti klasifikasi status negara berkembang yang perlu dikaji ulang.
“Standar pembedaan universal juga perlu ditetapkan, untuk memastikan aturan perdagangan yang adil dan merata secara global,” ujar Arsjad. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.