Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menkominfo Ajak Jaga Ruang Digital Dari Kejahatan

Sabtu, 11 Juni 2022 08:44 WIB
Menkominfo Johnny G. Plate (tengah), Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Muhammad Arif (kanan); Chair of B20 Summit, Shinta Widjaja Kamdani (kiri), dalam acara Indonesia Digital Outlook 2022: Encouraging the Acceleration of Sustainable Digital Transformation, di Jakarta Selatan, Kamis (9/6). (Foto: Istimewa)
Menkominfo Johnny G. Plate (tengah), Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Muhammad Arif (kanan); Chair of B20 Summit, Shinta Widjaja Kamdani (kiri), dalam acara Indonesia Digital Outlook 2022: Encouraging the Acceleration of Sustainable Digital Transformation, di Jakarta Selatan, Kamis (9/6). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengajak seluruh pihak untuk menjaga ruang digital Indonesia agar memiliki manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan kejayaan Indonesia.

"Membangun dan menggelar infrastruktur digital bukan tanpa maksud, hal itu dimaksudkan demi kejayaan Indonesia. Demi negeri kita, demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya dalam acara Indonesia Digital Outlook 2022: Encouraging the Acceleration of Sustainable Digital Transformation, yang berlangsung secara hibrida dari Westin Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (9/6).

Menurut Johnny, upaya itu tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Namun perlu kerja sama dengan semua pihak agar bisa mewujudkan Indonesia terkoneksi, makin digital, makin maju! "Saya mengutip sebuah ungkapan dari Henry Ford yang mengatakan ‘Coming together is the beginning, keeping together is progress, and working together is succes.’ Marilah bersama-sama kita untuk membangun ICT Infrastructure dan dunia digital kita," ajaknya.

Kementerian Kominfo saat ini telah menyiapkan tiga surveillance system berlapis. Pertama pusat monitoring telekomunikasi Kominfo yang memonitor bandwidth quality of service dan quality of experience di seluruh Indonesia.

Berita Terkait : Pasok Gas, Gagas Dukung Daya Saing Kerajinan Rotan

Kedua, yakni surveillance system BLU BAKTI Kominfo. Kemudian yang ketiga melalui cyber drone Ditjen Aptika beroperasi penuh memantau kondisi ruang digital Indonesia. Pusat monitoring telekomunikasi Kominfo yang dikelola melalui Direktorat jenderal Pengendalian Pos dan Informatika berfungsi untuk mengetahui apabila masih terdapat blankspot sinyal di suatu wilayah.

"Kami menyiapkan supervisory control system, sudah ada sekarang. Selain itu, untuk memudahkan koordinasi dengan operator seluler, pusat monitoring layanan telekomunkasi juga berfungsi untuk melakukan pengukuran jaringan seluler," sambungnya.

Dengan pusat monitoring tersebut, Menkominfo mengaku pihaknya dapat memantau kualitas jaringan dan layanan telekomunikasi di seluruh Indonesia.

"Kali ini sudah ada di Kominfo, untuk melihat Quality of Service (QoS) dan Quality of Experience (QoE) di seluruh wilayah tanah air kita. Tidak ada yang bisa bohong, saya tidak bisa dibohongi. Sudah ada internetnya ada atau tidak di wilayah itu, saya tinggal pencet saja terlihat apakah tersedia atau tidak layanan 2G, 3G, 4G maupun 5G," ungkapnya.

Berita Terkait : Menkeu Minta Pemda Jaga Stabilitas APBD

Johnny menambahkan, untuk memantau infrastruktur digital baik fiber optic, microwave link, Base Transceiver Station (BTS) maupun layanan akses internet dari satelit, Kementerian Kominfo dapat memonitor melalui surveillance system BLU BAKTI Kominfo.

"Surveillance system BLU BAKTI Kominfo juga sudah beroperasi penuh untuk melakukan surveillance atas backbone jaringan fiber optic di darat dan di laut, monitoring akses internet atau penggunaan satelit di mana saja akses internet disediakan," jelasnya.

Kementerian Kominfo juga menyiapkan cyber drone yang sudah lebih advance untuk menjaga dan memberikan layanan ruang digital agar tetap baik.

"Saya memberikan tindakan-tindakan yang tegas terhadap semua kegiatan ilegal di bidang apa saja, secara khusus yang berkaitan dengan narkotika, apalagi pornografi pada anak, kami takedown, dan sudah ada jutaan akun-akun yang diblokir. Tiada henti-hentinya baik alphabet maupun numerical," tegas Menkominfo.

Berita Terkait : CIMB Niaga Tambah Digital Lounge Di Blok M PLaza

Johnny menekankan, pihaknya menghormati hak asasi manusia, freedom of speech dan berserikat, dengan cara menjaga ruang digital yang bersih dan sehat.

"Karena kita sesama manusia, maka harus saling menjaga kebebasan yang lainnya. Jadi bukan tanpa batas, batasannya adalah kebebasan pihak yang lain. Kita menjaga human rights, freedom of speech, demokrasi, dijaga dengan baik dengan melakukan pengendalian ruang digital yang baik," tandasnya.

Meski setiap negara mempunyai aturan dan perundang-undangan yang berbeda-beda, Menkominfo meminta kepada global technology company untuk mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi harus selalu dilakukan untuk menjaga ruang digital juga tetap sehat. ■