Sebelumnya
Alan Sahroni, mitra binaan program PESONA Subang, mengucapkan terima kasih atas dukungan PEP Subang Field dalam pemberdayaan masyarakat di daerahnya.
Apalagi, program ini memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat dan juga tambahan peningkatan pengolah serat.
“Para pemuda dan ibu-ibu terlibat dalam kegiatan PESONA Subang. Di sini ada pemuda yang mengolah daun nanas menjadi serat dan ibu-ibu yang terlibat dalam penyisiran serat nanas serta melakukan pemintalan dan penenunan serat,” ujarnya.
JEJAK SETAPAK
Baca juga : Taspen Serahkan Manfaat Program THT Dan Pensiun Kepada Sofyan Djalil
Sementara itu, program JEJAK SETAPAK PEP Subang Field dikembangkan di Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.
PEP Subang Field telah mengembangkan program ini sejak 2019 lewat pembentukan kelompok. Pengelolaan program JEJAK SETAPAK yang sebelumnya dilakukan secara terpisah oleh mitra binaan di sektor pertanian dan akuaponik, kini sudah terintegrasi melalui Koperasi Paguyuban Saripati Tani.
Ndirga menyebutkan latar belakang program JEJAK SETAPAK adalah realita Karawang sebagai lumbung padi nasional terancam akibat luas lahan yang menurun setiap tahun.
Selain itu ada ancaman kerusakan lahan akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Mengutip data Food and Agricultural Organization (FAO), 69 persen tanah pertanian di Indonesia dikategorikan sudah rusak parah.
Baca juga : Airlangga Apresiasi Antusias Masyarakat Jatim Manfaatkan Program Kartu Prakerja
“Kami juga melihat urgensi regenerasi petani, apalagi menurut data Kementerian Pertanian, petani muda Indonesia hanya 8 persen dari total petani yang mencapai 33,4 juta orang,” katanya.
Saat ini, Jejak Setapak memasuki fase pemantapan program, yaitu wirausaha sebelum PEP Subang Field menerapkan exit program pada 2023 dengan harapan mitra binaan jadi mandiri dan menempatkan program JEJAK SETAPAK sebagai sentra studi di Karawang.
“Berbagai inovasi dan kontribusi telah dilakukan untuk program JEJAK SETAPAK, di antaranya integrasi budidaya perikanan dan padi, sertifikasi organik oleh INOFICE, akuaponik, biofilter, dan penyediaan Solar System Water Circulation (SOSYS TERI)”, ujar Ndriga.
Hendra Wijaya, Sekretaris Koperasi Sari Pati Tani, mengatakan JEJAK SETAPAK saat ini fokus pada pemberdayaan pada tiga sektor, yaitu pertanian organik, akuaponik, dan UKM yang melibatkan ibu-ibu.
Baca juga : BP Jamsostek Grha Gandeng DPR Terjun Langsung Ke Jatipulo
Total ada 56 orang yang tergabung dalam program ini. “Ada 37 orang yang tergabung dalam Paguyuban Saripati Tani, 9 pemuda di akuaponik, dan 10 ibu-ibu yang mengelola usaha kuliner memanfaatkan produk beras dari pertanian organik yang dikembangkan JEJAK SETAPAK,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.