BREAKING NEWS
 

Gandeng Dewan Logistik Dunia

Pengusaha Kembangkan Platform Ekonomi Digital

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : FAZRY
Minggu, 28 Juli 2019 06:07 WIB
Perusahaan-perusahaan e-commerce dan asuransi terkemuka Indonesia bersama dengan Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan World Logistics Council (WLC) untuk mendigitalisasi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan mitra dagang mereka secara global melalui Platform Ekonomi Digital yang inovatif. ( Foto: istimewa )

 Sebelumnya 
Chairman World Logistics Council Captain Salloum mengungkapkan, platform ekonomi digital akan diluncurkan melalui program Asia Benchmark Trade Lane (BTL).

Adsense

Sebuah program pengembangan ekonomi nyata yang akan mencapai tingkat efisiensi dan kemakmuran ekonomi, terutama bagi segmen UKM.

“Platform ekonomi digital ini memberikan ribuan aplikasi bisnis gratis yang mendigitalisasi value chain global dari pasar B2B sebesar 150 triliun dolar AS, melalui penggunaan artificial intelligence, analisis big data, dan teknologi blockchain,” ujarnya.

Baca juga : Eks Mendag Usul Bentuk Kementerian Ekonomi Digital

Ia mengatakan, platform ini menyediakan integrasi point￾to-world melalui plug-in atau portal-in access untuk berbagai perusahaan.

“Terdapat fiturfitur inovatif yang mengurangi risiko perdagangan, biaya, dan menciptakan akses yang lebih besar ke layanan finansial dan asuransi,” lanjut dia.

Ia menyebut, platform ekonomi digital ini akan mengatasi berbagai tantangan dengan inefisiensi value chains saat ini, dokumentasi berbasis kertas, security issues, dan fragmentasi vertikal dari sistem dan process silos.

Baca juga : Komite I DPD Konsisten Perjuangkan Daerah Otonomi Baru

Caranya, dengan menghubungkan secara digital semua cluster industri B2B di dalam negeri dan internasional dalam value chains global.

“Ekosistem ini memberikan transparansi dan visibilitas bisnis real-time yang lebih besar yang mengurangi risiko penjaminan emisi, transaksi, dan pemulihan aset,” tuturnya.

Associate Vice President of Public Policy and Government Relations Bukalapak Bima Laga menambahkan, pengembangan platform ekonomi digital ini sejalan dengan visi BukaGlobal.

Baca juga : Gandeng Jepang, PLT OTEC 5 MW Segera Dikembangkan di Bali Utara

Dimana saat ini pihaknya telah mengekspor produk UMKM mitra Bukalapak ke lima negara di Asia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Hong Kong, Taiwan,dan Brunei Darussalam.

“Mudah-mudahan dengan MoU ini, rantai pengiriman kita bisa lebih luas bukan hanya di lima negara tersebut,” ujarnya.

Ia menyatakan, Bukalapak tidak terlibat dalam pengembangan platform tersebut. Adapun setelah MoU ini, pihaknya masih akan mendiskusikan secara internal langkah selanjutnya untuk mengintegrasikan sistem logistiknya ke platform tersebut. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense