Sebelumnya
“BRI akan terus melakukan transformasi yang berkelanjutan untuk mempertahankan kinerja yang prominen, dan dapat terus tumbuh sehat dan semakin tangguh,” yakin Sunarso.
Di kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto menambahkan, pencadangan terhadap kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) coverage BRI tercatat sebesar 278,79 persen per September 2022.
Angka ini meningkat dibandingkan dengan NPL coverage di akhir kuartal III tahun lalu yang sebesar 252,86 persen.
Keberhasilan BRI dalam menjalankan fungsi intermediasi mampu diimbangi dengan manajemen risiko yang baik.
Baca juga : Fokus Bisnis UMKM, Laba BRI Terdongkrak Hingga 106,14 Persen Tembus Rp 39,31 T
“Hal tersebut tercermin dari rasio NPL BRI secara konsolidasian yang manageable di level 3,09 persen,” ujarnya.
Selanjutnya dari kemampuan BRI dalam menjaga kualitas aset juga tercermin dari terus menurunnya tren Loan at Risk (LAR). Tercatat LAR BRI sebesar 19,28 persen, turun dibandingkan dengan LAR pada kuartal III-2021 sebesar 25,62 persen yoy.
Dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI berhasil mencatatkan kinerja positif. DPK BRI tercatat tumbuh positif menjadi Rp 1.139,77 triliun.
Dana murah (Current Account Saving Account/CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, secara yoy meningkat sebesar 10,22 persen.
Baca juga : Mantul, BNI Raup Laba Bersih Rp 13,7 Triliun
Jika dirinci, giro tercatat tumbuh 18,99 persen dan tabungan tumbuh 6,37 persen.
Secara umum saat ini proporsi CASA BRI konsolidasian tercatat 65,43 persen, meningkat signifikan dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,60 persen yoy.
“Hal tersebut memberikan dampak positif diantaranya dari beban bunga yang tercatat menurun sebesar 9,12 persen yoy, dan biaya dana (Cost of Fund) BRI secara konsolidasian juga terus turun menjadi sebesar 1,94 persen,” tutur Agus.
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno menambahkan, dalam menghadapi ancaman ekonomi ke depan, BRI berencana melakukan aksi korporasi. Namun, ia mengaku rencana tersebut belum bisa disampaikan saat ini.
Baca juga : Sering Kentut, Tuntut Gerai Makanan Rp 3,6 M
“Laporan keuangan kuartal III memang ada limited review. Ini bagian dari aksi korporasi yang akan dilakukan BRI, tetapi ini masih dalam proses internal sehingga belum bisa disampaikan,” jelas Viviana. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.