Sebelumnya
“Proses transfer teknologi, yang terjadi di dalam investasi bisa membuat praktik ini lebih mudah diadaptasi oleh petani,” katanya.
Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menyampaikan, dalam teori stabilisasi harga dan pasokan, apabila pengadaan beras dalam negeri tidak memungkinkan, maka impor diperbolehkan.
Namun, ditekankannya, perlu diperhitungkan jumlah dan waktu pelaksanaannya agar tak berdampak negatif terhadap petani.
Baca juga : Kita Darurat Data Pangan
“Harus dipastikan beras itu kapan datangnya? Jumlahnya berapa? Beras impor jangan baru datang saat panen raya, akhir Februari atau awal Maret, ini bakal menimbulkan mudharat,” tegasnya dalam webinar ‘Polemik Menimbang Impor Beras di Tengah Klaim Surplus’, Selasa (29/11).
Ia mengimbau, Pemerintah membuat regulasi yang memudahkan Bulog, salah satunya menjaga keseimbangan antara penyerapan dan penyaluran.
Saat ini, menurutnya, masalah utama Bulog adalah sulit menyalurkan beras saat program Raskin atau Rastra dihilangkan. Dan diganti degan Bantuan Non Tunai Pemerintah (BNTP).
Baca juga : Mentan Minta Industri Serap Jagung Petani Lokal
“Di hulu, Bulog wajib melakukan pengadaan. Tapi di hilir tidak disediakan outlet (untuk penyalurannya),” kritiknya.
Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/ NFA) Arief Prasetyo Adi juga mensinyalir salah satu penyebab kurang optimalnya sistem pengelolaan cadangan beras Bulog pada semester I karena kurang banyaknya outlet penyaluran cadangan beras Bulog.
“Khawatirnya, bila Bulog memiliki terlalu banyak stok, namun kurang dalam hilirisasinya, maka akan sulit dalam menjaga kualitas stok,” kata Arief melalui keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka, Selasa (29/11).
Baca juga : Stok Gula 449 Ribu Ton, PTPN Group Jaga Harga Di Petani
Padahal, peran cadangan beras Bulog sangat penting. Sebab, beras merupakan salah satu instrumen bagi pemenuhan kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.