BREAKING NEWS
 

Beberkan Tantangan & Strategi Di 2023, Ketua Himbara Pastikan Kinerja Perbankan Solid

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 17 Januari 2023 19:51 WIB
Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Terkait hilirisasi industri ini, sambung Sunarso, Jokowi sebelumnya telah menekankan bahwa Pemerintah akan terus melakukan hilirisasi industri yang diyakini bakal menjadi lompatan besar peradaban negara.

Sejak tiga tahun lalu, Jokowi sudah melarang ekspor bijih nikel ke luar negeri. Kegiatan larangan ekspor tersebut dibarengi dengan pengembangan hilirisasi di dalam negeri.

Baca juga : Ganjar Ajak Santri Optimalkan Keterampilan Berlandaskan Nilai Agama

Dengan pelarangan ekspor itu, Presiden Jokowi menilai Indonesia mendapatkan lompatan nilai tambah yang signifikan, dari yang sebelumnya hanya berkisar Rp 17 triliun menjadi sekitar Rp 360 triliun.

Atas kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel tersebut, Indonesia kini serius melakukan banding atas kekalahan gugatan Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Baca juga : Ketua KPK: Di Manado Kita Kasih Makan, Makannya Lahap

“Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Uni Eropa beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi juga mendorong adanya kesetaraan dalam kemitraan antarnegara. Sehingga tidak ada satu negara yang merasa lebih unggul dari pada negara lain,” jelas Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ini.

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Senin (16/1), lanjut Sunarso, sektor perbankan dan OJK juga berdialog bersama dengan Presiden Jokowi. Serta memberikan masukan sekaligus laporan hal-hal yang sudah dilakukan oleh industri di tahun 2022.

Baca juga : Bulan Depan, IVES 2023 Jadi Gelaran Industri EO Perdana

Tak hanya itu, Presiden Jokowi turut memberikan arahan sangat jelas, bahwa seharusnya momentum penguatan pertumbuhan ekonomi dari tahun 2022 ke depan dapat terus dijaga. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense