RM.id Rakyat Merdeka - Penurunan biaya penerbangan haji tahun ini oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dari semula Rp 33,97 juta menjadi Rp 32,743,992 per jemaah, patut diapresiasi. Sebab, maskapai pelat merah ini masih berjuang menyehatkan keuangan perusahaan.
Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengatakan, penurunan biaya penerbangan haji yang dilakukan Garuda sudah sesuai dengan kondisi saat ini. Mengingat, emiten berkode sahak GIAA itu tengah menjalani restrukturisasi bisnis akibat kesalahan manajemen yang lampau, ditambah lagi hantaman pandemi Covid-19.
“Benar juga kata Menteri BUMN (Erick Thohir), Garuda jangan sampai limbung lagi. Biaya penerbangan haji bisa sedikit turun, itu saja sudah bagus dan harus diapresiasi,” ujar Gatot kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Gebrakan Indonesia Ditunggu Di ASEAN
Pasalnya, biaya penerbangan haji bisa tergolong mahal karena memperhitungkan biaya avtur dan kurs dolar AS terhadap mata uang rupiah, yang ada di kisaran Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu.
“Avtur itu menjadi komponen utama (dari biaya penerbangan), karena mencapai 30-40 persen,” katanya.
Meski saat ini harga avtur lagi turun, namun tetap harus diantisipasi, jika ada perubahan harga di kemudian hari.
Baca juga : Ayo Barang Indonesia Saingi Produk China
Terlebih lagi, naik turunnya harga avtur sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia. Hal ini juga dipengaruhi oleh situasi global, seperti terjadinya perang antara Ukraina dengan Rusia.
Gatot bilang, sebenarnya harga avtur di Indonesia itu lebih tinggi dibandingkan negara lain. Hal ini akibat banyaknya pajak yang diikenai untuk avtur.
“Kalau bisa, pajak avtur yang sebesar 10 persen itu dikurangi atau bahkan dihapus, itu sangat lumayan (untuk menurunkan biaya penerbangan haji),” sarannya.
Baca juga : FAPSI Dorong Pembenahan Total Stadion Sepak Bola Indonesia Sesuai Standar FIFA
Atau, sambung dia, bisa juga dilakukan sinergi dengan PT Pertamina (Persero) yang selama ini menyuplai avtur ke Garuda Indonesia.
“Misalnya, Pertamina mau bantu. Jadi, khusus untuk penerbangan haji, Garuda belinya dengan harga jual flat, ada harga khusus. Jadi biayanya bisa turun lagi,” katanya.
Artinya, masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk menolong sesama BUMN, dengan didukung stakeholder demi meringankan biaya perjalanan calon jemaah haji.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.