RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi membuka Forum Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Ballroom Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (20/8).
Konferensi tingkat tinggi yang membahas kerja sama pembangunan infrastruktur di belahan dunia selatan tersebut, antara lain dihadiri oleh para pejabat senior dari 53 negara Afrika, BUMN, dan serta para stakeholder jasa infrastruktur.
Selain diisi oleh serangkaian pertemuan bilateral, forum ini juga akan ditindaklanjuti oleh penandatanganan kesepakatan-kesepakatan bisnis dan bilateral kedua negara.
“Kerja sama yang akan direalisasikan antara lain ditujukan untuk proyek infrastruktur, dan pembahasan kerja sama perdagangan," ujar Menteri Retno.
Baca juga : Wiranto : SDM Bobrok, Kita Tak Bisa Kompetisi
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika, Tumiyana duduk satu meja sebagai narasumber kunci bersama Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Direktur Utama WIKA Tumiyana, Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro, Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh, Perdana Menteri II Uganda Kirunda Muwabe, Pejabat Senior Kenya Raila Odinga, dan Menteri Perencanaan Senegal Cheikh Kante dalam panel diskusi mengenai diplomasi industri dan ekonomi.
Dalam paparan singkatnya, Tumiyana menyambut baik penyelenggaraan IAID 2019. Ia mengatakan, Wika meyakini bahwa potensi pengembangan infrastruktur tidak hanya berasal dari dalam negeri saja. Banyak juga yang datang dari proyek-proyek konstruksi luar negeri, dalam hal ini Afrika.
“Bagi kami, pasar luar negeri adalah potensi yang harus diimplementasi. Masuknya Wika di pasar infrastruktur Afrika sesuai dengan strategi bisnis perseroan yang menyasar negara-negara berkembang, yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur,” ujar Tumiyana.
Untuk pembiayaan, Wika bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank. Dukungan pembiayaan tersebut merupakan bentuk kerja sama yang paling tepat dalam memasuki pasar Afrika.
Baca juga : Luhut Optimis BUMN Raup Banyak Proyek Di Afrika
"Tantangannya kemudian adalah bagaimana sinergi yang telah terjalin baik dengan Indonesia Eximbank selama ini, dapat terus meningkat dengan semakin besarnya kemampuan Indonesia Eximbank untuk me-leverage kapasitas pembiayaan infrastruktur yang trennya semakin naik," papar Tumiyana.
“Bila itu dapat dilakukan, maka peluang Wika untuk membuka pasar akan semakin luas. Begitu juga perusahaan Indonesia lainnya dalam ekspansi banyak negara, khususnya di Afrika” imbuhnya.
Framework Agreement
Dalam pelaksanaan IAID 2019 ini, Wika terbilang agresif memanfaatkan peluang pembangunan infrastruktur di negara-negara berkembang Afrika, sebagai momentum untuk selanjutnya diimplementasikan secara nyata.
Baca juga : AP II Bidik Bisnis Pengelolaan dan Pengembangan Bandara di Afrika
Bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank, Wika berhasil mencatat kesepakatan bisnis sebesar 356 juta dolar AS. Penandatangan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Fasilitas Buyer's Credit, antara lain akan digunakan untuk proyek pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania sebesar 40 juta dolar AS. Kemudian, untuk pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal sebesar 250 juta dolar AS, dan untuk pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading, sebesar 66 juta dolar AS.
Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) merupakan ajang untuk membuka pasar baru bagi pelaku usaha Indonesia. Khususnya di sektor infrastruktur, konstruksi, serta industri strategis nasional.
Pertemuan ini diharapkan dapat mencapai kerja sama bilateral maupun kerja sama strategis, yang disepakati antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun swasta dengan pemerintah dan investor Afrika. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.