Sebelumnya
Meski begitu, PalmCo juga memiliki tantangan karena hanya memegang sekitar 10 persen total lahan sawit nasional. Namun, dana IPO dibutuhkan untuk melakukan penanaman kembali lahan yang sudah tidak produktif.
Selain itu, hasil IPO dapat digunakan untuk bisnis hilirisasi. Salah satu program hilirisasi PalmCo adalah mengembangkan Energi Terbarukan (ET) dari CPO, sejalan dengan arah kebijakan energi dan pembangunan berkelanjutan Pemerintah.
“Keperluan IPO tentu terkait rencana replanting tanaman produktif dan program hilirisasi. Perlu performa bagus setelah jadi perusahaan terbuka, supaya dianggap semenarik emiten sawit lain. Seperti Grup Salim, Sinarmas atau Wilmar,” jelasnya.
Baca juga : Jokowi Kesal Indonesia Masih Impor Baju Bekas
Sebelumnya, PTPN IIIberharap proyeksi perolehan dari rencana IPO PalmCo tersebut dapat mencapai Rp 5-Rp 10 triliun.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, saat ini pembentukan PalmCo masih dalam proses permohonan izin penyusunan Peraturan Pemerintah (PP).
“Setelah itu, baru kemudian IPO,” ungkap Erick dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (20/1).
Baca juga : Benteng Persatuan Rakyat Mantap Jagokan Erick Thohir, Ini 3 Alasannya
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini menegaskan, pembentukan PalmCo bertujuan agar BUMN berperan lebih besar secara nasional dalam usaha kelapa sawit dan turunannya.
Selain itu, Indonesia memiliki potensi Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit yang mencapai 52 juta ton per tahun, dengan 40 persen kepemilikan petani kecil.
“Potensi yang besar untuk hilirisasi dan industrialisasi pemanfaatan CPO harus dilakukan,” tegas Erick.
Baca juga : Erick Patok Palm Co Ungguli Golden Agri
Salah satu contohnya untuk bahan baku kosmetik. Saat ini, Indonesia merupakan pangsa industri make-up terbesar kelima di dunia. Sekitar 70 persen industri make-up dengan bahan baku turunan CPO, semua produknya ada di dalam negeri.
Erick berkeyakinan, Indonesia mampu melakukan hal tersebut karena harga bahan bakunya sudah dimiliki.
“Karena itulah mengapa kami mendorong hal-hal ini untuk dikonsolidasikan,” ujar Erick.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.